Peningkatan jumlah penduduk lansia memicu berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi organ seperti malnutrisi, obesitas, hingga penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia yang erat kaitannya dengan pola makan dan status gizi. Salah satu faktor risiko yang berperan terhadap kondisi tersebut adalah pola konsumsi yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai pemenuhan kebutuhan gizi menyebabkan perilaku makan yang kurang sehat sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Oleh karena itu, penyuluhan gizi seimbang perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat pada kelompok lansia. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran lansia tentang pentingnya pola makan sehat sesuai prinsip gizi seimbang. Mitra dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah Kelompok Lansia di Batu Dua Puluh, Nagori Sigodang Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman mengenai pola makan yang sesuai untuk usia senja serta tingginya angka keluhan penyakit degeneratif seperti hipertensi dan gout (asam urat). Solusi yang ditawarkan adalah edukasi interaktif berbasis panduan gizi seimbang bagi lansia. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media visual (powerpoint dan selebaran), demonstrasi penyusunan menu, serta post-test. Penyuluhan ini terbukti efektif sebagai langkah preventif untuk mencegah masalah kesehatan. Lansia didorong untuk terus mempraktikkan pengolahan menu seimbang yang aplikatif dan mudah ditemukan di lingkungan sekitar.