Proyek konstruksi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat penting untuk menjaga keselamatan sekaligus produktivitas pekerja. Namun, kesadaran pekerja terhadap K3 serta keterlibatan dalam pelatihan formal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesadaran dan pelatihan K3 terhadap produktivitas pekerja konstruksi pada proyek perumahan Bedali Hills, Lawang, Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden, meliputi manajer proyek, konsultan pengawas, pelaksana lapangan, mandor dan pekerja. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran dan pelatihan K3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pekerja, baik secara parsial maupun simultan. Nilai F hitung sebesar 207,810 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05) dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,811 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 81,1% variasi produktivitas, sedangkan sisanya 18,9% dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, peningkatan kesadaran dan pelatihan K3 terbukti menciptakan budaya kerja aman dan produktif. Manajemen disarankan memperkuat program pelatihan K3 secara berkelanjutan.