Abdul Halim
Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Widya Gama Malang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN POLYCARBOXYLATE PADA BETON SELF COMPACTING CONCRETE MUTU 40 MPA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS Murniati Novem Wijaya Ningrum; Abdul Halim; Candra Aditya
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.479

Abstract

Hasil dari beton bertulang dan non bertulang yang tidak sempurna pemadatannya dapat menurunkan kuat tekan beton dan kekedap-airan beton sehingga mudah terjadi korosi pada tulangan. Permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan menggunakan beton Self Compactin Concrete (SCC), karena beton SCC mampu mengalir sendiri dan dapat dicetak pada bekisting dengan tingkat penggunaan alat pemadat yang sangat sedikit atau bahkan tidak dipadatkan sama sekali. Beton SCC membutuhkan bahan zat aditif agar beton tersebut cair tanpa menambahkan air. Pada penelitian ini menggunakan zat aditif superplasticizer Polycarboxylate (Pce) dengan variasi penambahan 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8% dan menggunakan mutu 30 MPa dan mutu 40 MPa. Hasil penelitian ini didapatkan nilai kuat tekan Beton SCC mutu 30 MPa pada B 0,6%  PCE sebesar 34,42 MPa. Nilai kuat tekan Beton SCC mutu 40 MPa, pada B 0,6% PCE sebesar 44,84 MPa. Nilai Modulus Elastisitas Beton SCC mutu 30 MPa, pada B 0,6% sebesar 65749,3 MPa. Beton SCC mutu 40 MPa, pada B 0,6% PCE modulus elastisitas  yang terjadi sebesar 70163,5 MPa. Nilai optimum kuat tekan pada mutu 30 MPa dan mutu 40 MPa dengan maksimal penambahan Polycarboxylate sebesar 0,91% dan 0,94%. Nilai optimum modulus elastisitas pada mutu 30 MPa dan mutu 40 MPa dengan maksimal penambahan Polycarbocylate sebesar 0,9%. Hasil yang diperoleh dari analisis anova, penambahan polycarboxylate pada beton SCC mutu 30 MPa tidak berpengaruh terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas, sedangkan pada mutu 40 MPa berpengaruh terhadap kuat tekan dengan nilai α = 0,05 < P-value = 0,00000087 dan modulus elastisitas dengan nilai α = 0,05 > P-value = 0,0045859.
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON SCC (SELF COMPACTING CONCRETE) DENGAN PENAMBAHAN SIKA VISCOCRETE 3115N Khinanti Puspita Sari; Abdul Halim; Riman
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.480

Abstract

Permasalahan beton normal terdapat pada saat pengecoran yaitu ada bagian beton yang tidak terisi, yang mengakibatkan beton keropos dan kuat tekan beton menurun. Solusi permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan beton SCC (Self Compacting Concrete), beton yang lebih memperhatikan kualitas fluiditas yang tinggi, sehingga bantuan vibrator juga tidak diperlukan pada saat pemadatan beton. Salah satu syarat beton SCC ini menggunakan superplasticizer. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan superplasticizer Sika Viscocrete 3115N. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton SCC dengan penambahan Sika Viscocrete 3115N. Penelitian ini menggunakan Variasi penambahan 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8% dan menggunakan 2 mutu yaitu mutu 30 dan 40 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen secara langsung di laboratorium, metode analisis data untuk mengetahui nilai kuat tekan dan modulus elastisitas. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan mutu 30 MPa tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N yaitu sebesar 34,59 MPa dan mutu 40 MPa diperoleh nilai tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N sebesar 43,99 MPa. Pada modulus elastisitas, mutu 30 MPa diperoleh nilai tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N sebesar 91292,2 MPa dan mutu 40 MPa diperoleh nilai tertinggi pada penambahan 1,8% Sika Viscocrete 3115N sebesar 75103,2 MPa.
ANALISIS PERBANDINGAN PENAMBAHAN SIKA VISCOCRETE DAN PENAMBAHAN POLYCARBOXYLATE PCE 520 PADA BETON SCC TERHADAP KUAT TEKAN hudri ahmad hudri; Abdul Halim; Dafid Irawan
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i1.486

Abstract

Sebagai salah satu bahan dasar konstruksi bangunan modern, beton saat ini mengalami kemajuan yang pesat. Penelitian tentang komposisi bahan SCC masih terus dikembangkan untuk mendapatkan komposisi bahan yang lebih baik lagi. Superlasticizer merupakan salah satu bahan penting dalam produksi SCC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat tekan beton pada beton SCC dengan penambahan Sika Viscocrete 3115-N dan penambahan Polycarboxylate PCE 520. Penelitian ini menggunakan variasi penambahan Sika Viscocrete 3115-N dan Polycarboxylate PCE 520 masing-masing sebesar 0%, 0,6%, 1,2%, 1,8% dan menggunakan mutu 40 MPa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen secara langsung di laboratorium. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan nilai slump flow tertinggi pada PCE 520 sebesar 740 mm dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 800 mm. Nilai L-Shape Box tertinggi pada PCE 520 dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 1,00 mm. Nilai V-Funnel pada PCE 520 dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 6 detik. Nilai kuat tekan paling tinggi diperoleh pada penambahan PCE 520 variasi 0,6% sebesar 44,48 MPa dengan nilai persentase 8,33% terhadap beton normal dan Sika Viscocrete 3115-N sebesar 42,8 MPa dengan nilai persentase 4,27% terhadap beton normal. Dengan selisih 1,98 MPa (0,046%), sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk penambahan PCE 520 pada beton SCC lebih efektif untuk meningkatkan kuat tekan dibandingkan dengan Sika Viscocrete 3115-N.
ANALISIS RUAS JALAN SAYUNG TEMU DI KABUPATEN BENGKAYANG AKIBAT PEMBEBANAN KENDARAAN Enos Mawarta Darma; Aji Suraji; Abdul Halim
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2025): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v5i2.729

Abstract

Ruas Jalan Sayung Temu menghubungkan Kota Bengkayang dan berfungsi sebagai jalur utama untuk penyaluran hasil pertanian dan angkutan galian C. Untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, dibutuhkan infrastruktur transportasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembebanan kendaraan terhadap konstruksi jalan. Analisis dilakukan dengan observasi langsung pada ruas jalan Sayung Temu dan merujuk pada manual desain perkerasan jalan MDP 2024 dan MKJI 2023. Hasil penelitian menunjukkan data Lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan Sayung Temu adalah 1350 SMP/hari dan volume Lalu Lintas yang tercatat pada ruas jalan Sayung Temu adalah 112 SMP/jam dengan kapasitas jalan 2524 SMP/jam. Berdasarkan perhitungan derajat kejenuhan, nilai yang diperoleh adalah 0,04 dengan Tingkat Pelayanan A. Evaluasi CESA menunjukkan nilai 119.880,60, yang penting untuk menilai ketahanan dan kebutuhan perawatan jalan. Ketebalan perkerasan jalan terdiri dari HRS-WC 5 cm, LFA Kelas A 15 cm, dan LFA Kelas B 15 cm.
Kajian Keretakan Pelat dan Daya Serap Air Dengan Penambahan GGBFS Pada Campuran Mortar Isidoro M. Soares; Abdul Halim; Candra Aditya; Anis Purwaningsih
BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): BOUWPLANK Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/bouwplank.v6i1.1004

Abstract

Retak yang terjadi pada sebuah struktur bangunan memicu berbagai masalah krusial, mulai dari menurunnya kekuatan struktural, kapasitas beban bangunan hingga risiko kebocoran. Celah ini menjadi jalur masuknya air dan zat kimia, yang cepat atau lambat memicu korosi pada tulangan baja di dalam beton. Oleh karena itu diperlukan semen sebagai perekat yang mampu menutup rapat seluruh pori-pori pada mortar beton sehingga dapat mengurangi lebar retak. Penelitian ini memanfaatkan produk Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau yang lebih sering disebut sebagai semen slag untuk mengganti sebagian semen dengan persentase 0%, 10%, 20% dan 30%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan GGBFS pada campuran mortar terhadap daya serap air, kuat lentur, lebar retak dan pola retak. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium. Hasil pengujian daya serap air tanpa GGBFS sebesar 4,20%, sedangkan GGBFS 10%, 20%, 30% daya serap air menjadi 4,14%, 2,73%, 2,74%. Hasil perhitungan kuat lentur tanpa GGBFS sebesar 70,9 kg/cm2, namun dengan GGBFS 10%, 20% 30%  kuat lentur menjadi 44,2 kg/cm2, 77,6 kg/cm2, 80,9 kg/cm2. Hasil pengujian lebar retak pada mortar tanpa GGBFS sebesar 0,123 mm, namun dengan GGBFS10%, 20%, 30% lebar retak menjadi 2,499 mm, 0,107 mm, 0,076 mm. Berdasarkan mekanisme pola retak dan lebar retak, menunjukkan bahwa semua hasil pengujian pola retak pada benda uji pelat GGBFS 0%, 10%, 20%, dan 30%, mempunyai perilaku pola retak dominan retak lentur. Hasil uji anova daya serap air GGBFS 10%, 20%, dan 30% berpengaruh terhadap mortar dengan nilai F 41,58 hitung > F tabel 4,066, hasil uji anova kuat lentur GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 9,068 > F tabel 4,066, dan hasil uji anova lebar retak GGBFS 10%, 20%, dan 30% memiliki pengaruh dengan nilai F hitung 22,911 > F tabel 4,066.