Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi kerusakan perkerasan jalan pada ruas Pojok-Plemahan sepanjang 1.042 meter menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Metode ini dipilih karena mampu memberikan gambaran kuantitatif tingkat kerusakan perkerasan jalan melalui survei visual, sehingga menjadi dasar penentuan kebutuhan penanganan yang tepat. Survei dilakukan dengan pengamatan langsung setiap segmen jalan berdasarkan patok kilometer (STA). Data yang dikumpulkan mencakup jenis, panjang, dan tingkat kerusakan yang diklasifikasikan menjadi kondisi baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat. Hasil penelitian menunjukkan distribusi kondisi jalan sebagai berikut: 42 meter kondisi baik, 780 meter sedang, 200 meter rusak ringan, dan 200 meter rusak berat. Segmen kondisi baik berada pada STA 1+000–1+042 sepanjang 42 meter. Kondisi sedang mendominasi STA 0+400–0+900 dan STA 0+900–1+000 dengan total panjang 600 meter. Kerusakan ringan ditemukan pada STA 0+000–0+200, sedangkan kerusakan berat terjadi pada STA 0+200–0+400. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi penanganan meliputi pemeliharaan rutin untuk segmen kondisi sedang, pemeliharaan berkala untuk kerusakan ringan, serta peningkatan atau rekonstruksi pada kerusakan berat. Dengan prioritas penanganan yang tepat, kondisi jalan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk menunjang kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.