I Made Bayu Wisnawa
Universitas Triatma Mulya, Badung, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digitalisasi Informasi Koleksi Museum Ogoh-ogoh Mengwi Sebagai Penguatan Pariwisata Budaya I Made Bayu Wisnawa; I Made Suwitra Wirya; I Made Hedy Wartana; Putu Bagus Suthanaya; Ida Ketut Kusumawijaya; I Ketut Yudana Adi; Ni Nyoman Nidya Trianingrum; I Ketut Eli Sumerta; Ni Luh Puspa Gayatri; Dimas Dwi Nanda; Maria Triquerta Ngadha; Anak Agung Ayu Angelina Fitri
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan penyampaian informasi koleksi menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan Museum Ogoh-Ogoh Mengwi sebagai destinasi wisata budaya. Museum yang menyimpan 32 unit koleksi Ogoh-Ogoh ini dikelola secara mandiri dengan sumber daya manusia yang terbatas, sehingga belum mampu memberikan layanan edukasi yang optimal bagi wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendigitalisasi informasi koleksi museum sebagai upaya penguatan pariwisata budaya berbasis edukasi. Metode pengabdian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data literasi budaya, penyusunan narasi koleksi, serta implementasi sistem scan barcode pada setiap unit Ogoh-Ogoh. Informasi digital disajikan dalam bentuk konten visual dan narasi singkat yang dapat diakses langsung oleh pengunjung melalui perangkat gawai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa digitalisasi informasi koleksi mampu meningkatkan aksesibilitas informasi, memperbaiki kualitas pengalaman wisata edukatif, serta membantu efisiensi kerja pengelola museum. Program ini juga memberikan solusi atas keterbatasan pemandu wisata dan mendukung pelestarian nilai filosofis Ogoh-Ogoh agar tetap relevan di era digital. Dengan demikian, penerapan sistem scan barcode di Museum Ogoh-Ogoh Mengwi berkontribusi positif dalam memperkuat daya tarik pariwisata budaya dan keberlanjutan pengelolaan museum berbasis komunitas..
Implementasi Strategi Green Economy dalam Pengelolaan Hotel untuk Mendorong Pariwisata Berkelanjutan di Bali I Made Bayu Wisnawa; I Made Agung Prawira Giri
Jurnal Daya Tarik Wisata Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Daya Tarik Wisata
Publisher : Fakultas Bisnis dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja transisi menuju green economy dalam sektor pariwisata, dengan fokus pada Bali, Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber terkait kebijakan, praktik, dan strategi yang ada dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, penelitian mengeksplorasi bagaimana integrasi perubahan iklim, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial dapat diterapkan dalam perencanaan strategis pariwisata di Bali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pariwisata Bali telah dikembangkan melalui keterlibatan pemangku kepentingan, peramalan ekonomi, dan analisis efisiensi sumber daya. Roadmap Green Growth 2050 diusulkan sebagai strategi praktis untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, penelitian juga menemukan bahwa kurangnya data mengenai indikator-indikator kunci menjadi hambatan signifikan dalam penerapan strategi green economy yang efektif. Upaya yang dapat dilakukan antara lain,  pengelolaan sumber daya alam , pengurangan limbah, dan konservasi keragaman hayati. Penelitian ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif, keterlibatan pemangku kepentingan yang berkelanjutan, dan lingkungan kebijakan yang adaptif untuk mencapai tujuan green economy. Temuan ini tidak hanya relevan untuk Bali tetapi juga dapat dijadikan model bagi destinasi lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan.