Alvin Alvani Tresna Ambari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Respati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan Stres Postpartum pada Ibu: Analisis Jalur Faktor Sosiodemografi dan Adaptasi Psikologis Irfa Nur Faujiah; Shiva Aflahiyah; Alvin Alvani Tresna Ambari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1802

Abstract

Background: Postpartum stress is a psychological problem frequently experienced by mothers during the postpartum period and may affect maternal well-being, infant care, and family functioning. Sociodemographic conditions and the mother’s ability to psychologically adapt are considered important factors influencing postpartum stress. Objective: This study aimed to analyze the relationship between sociodemographic factors and psychological adaptation ability toward postpartum stress among postpartum mothers. Method: This study used an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 150 postpartum mothers from five villages in the Singaparna Health Center area were selected using purposive sampling. Data were collected using a sociodemographic questionnaire, the Perceived Stress Scale (PSS), and the Postpartum Adjustment Questionnaire (PAQ). Data analysis included univariate analysis, Kolmogorov–Smirnov normality test, Spearman correlation, and path analysis. Results: The results showed that employment status had a significant relationship with postpartum stress (r = -0.213; p = 0.009). Psychological adaptation ability was also significantly associated with postpartum stress (r = 0.254; p = 0.002). Path analysis indicated that employment status directly influenced postpartum stress (b = -3.228; p = 0.004), while psychological adaptation ability also had a direct effect on postpartum stress (b = 0.102; p = 0.001). Educational level significantly influenced psychological adaptation ability indirectly (b = 2.682; p = 0.047). Conclusion: Psychological adaptation ability plays an important role in postpartum stress among postpartum mothers. Strengthening maternal psychological adaptation and psychosocial support during the postpartum period is necessary to reduce postpartum stress.
EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN IBU MELALUI EDUKASI GIZI DALAM PENCEGAHAN STUNTING BADUTA Novita Tri Rahayu; Alvin Alvani Tresna Ambari; Aditya Nugraha
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7511

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi kronik yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Ibu sebagai pengasuh utama memegang peran kunci dalam pemenuhan gizi baduta selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Hasil studi pendahuluan di Desa Cintaraja menunjukkan 60% ibu baduta memiliki pengetahuan gizi yang kurang dan 52% belum menerapkan praktik pemberian makan sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas pemberdayaan ibu melalui edukasi gizi terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan stunting pada baduta di Desa Cintaraja. Desain penelitian menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test yang dilaksanakan pada November 2025. Sebanyak 25 ibu yang memiliki baduta usia 0–23 bulan.  Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi ibu yang mengikuti program edukasi gizi di posyandu Desa Cintaraja. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi gizi (α = 0,05). Terdapat peningkatan bermakna pada skor pengetahuan ibu (pre: 52,4 ± 9,1 → post: 79,6 ± 7,3) dan skor sikap (pre: 60,8 ± 8,4, post: 82,3 ± 6,7). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 pada pengetahuan dan p = 0,001 pada sikap, keduanya signifikan (p < 0,05). Praktik pemberian makan yang sesuai meningkat dari 40% menjadi 72%.  Pemberdayaan ibu melalui edukasi gizi terbukti efektif meningkatkan kapasitas ibu dalam pencegahan stunting baduta di Desa Cintaraja. Edukasi gizi terstruktur perlu diintegrasikan ke dalam kegiatan posyandu rutin dan kader kesehatan perlu dilatih sebagai fasilitator gizi di tingkat desa.   Kata kunci: pemberdayaan ibu, edukasi gizi, stunting, baduta, pencegahan