Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial individu sehingga diperlukan upaya rehabilitasi yang efektif untuk mendukung proses pemulihan. Resiliensi menjadi salah satu faktor penting dalam membantu klien rehabilitasi menghadapi tekanan, beradaptasi, dan mempertahankan perubahan perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kohesi keluarga dan growth mindset terhadap resiliensi klien rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 35 klien rehabilitasi dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kohesi keluarga, growth mindset, dan resiliensi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesi keluarga memiliki hubungan positif tetapi tidak signifikan terhadap resiliensi (p=0,671), sedangkan growth mindset memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap resiliensi (p=0,000). Secara simultan, kohesi keluarga dan growth mindset berhubungan signifikan dengan resiliensi (p=0,001) dengan kontribusi sebesar 37,8%. Disimpulkan bahwa growth mindset merupakan faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan resiliensi klien rehabilitasi, sementara kohesi keluarga berperan sebagai faktor pendukung dalam proses pemulihan.Kata Kunci: resiliensi, rehabilitasi, pola pikir berkembang, dukungan sosial, pemulihan