Order produksi pada industri manufaktur karung plastik tidak diproses oleh satu unit kerja, melainkan melibatkan koordinasi antara departemen PPIC, Finishing, Quality Control, dan Gudang secara berurutan dan saling bergantung. Kegiatan pendampingan ini bertujuan menjawab pertanyaan: sejauh mana pengendalian internal mengatur koordinasi administrasi order lintas departemen di bagian Finishing PT XYZ Pringapus, dan langkah perbaikan apa yang diperlukan agar koordinasi tersebut berjalan andal. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif selama enam minggu, wawancara terhadap tujuh responden dari empat departemen, serta telaah dokumen atas lebih dari 45 order yang diproses pada periode April–Juni 2026. Evaluasi dilakukan menggunakan lima komponen kerangka COSO, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Hasil pendampingan menunjukkan skor rata-rata pengendalian internal sebesar 2,82 dari skala 5, dengan kesenjangan terbesar pada komponen pemantauan dan komunikasi informasi. Penyebab utama kelemahan adalah ketidaklengkapan dokumen Surat Perintah Kerja yang diterima dari PPIC, ketiadaan mekanisme notifikasi otomatis saat terjadi penolakan kualitas produk, serta keterbatasan akses sistem informasi yang hanya tersedia pada terminal komputer di pabrik. Kegiatan pendampingan ini merekomendasikan sepuluh langkah perbaikan bertahap, mencakup standardisasi dokumen secara digital, penerapan verifikasi berlapis, serta pengembangan dasbor pemantauan kinerja yang dapat diakses secara waktu nyata oleh seluruh departemen terkait.