SHELA DAMAYANTI
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT, FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN, UNIVERSITAS ESA UNGGUL

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PENGGUNA KOMPUTER BAGIAN OPERASIONAL DI PT. X TAHUN 2025 SHELA DAMAYANTI; IZZATU MILLAH; EKA CEMPAKA PUTRI; MIRTA DWI RAHMAH RUSDY
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11477

Abstract

Pendahuluan: Kondisi subjektif yang dikenal sebagai kelelahan mata disebabkan oleh penggunaan komputer intensif dalam jangka waktu lama yang membuat mata lelah. WHO memperkirakan bahwa 4,24% dari populasi global, atau 285 juta orang, menderita gangguan penglihatan. Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 dari APJII menunjukkan bahwa tingkat penetrasi internet di negara ini telah meningkat menjadi 79,5%. Pada tahun 2023, Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa 23,59% penduduk DKI Jakarta menggunakan komputer. Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner di PT.X, didapatkan hingga 80% responden mengalami kelelahan mata, termasuk keluhan penglihatan ganda pada 4 responden, penglihatan kabur 8 responden, dan kesulitan fokus pada 5 responden. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel-variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata di kalangan pengguna komputer PT. X bagian operasional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 82 responden dan 46 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus uji hipotesis untuk dua proporsi yang berbeda. Metode pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilaksanakan antara tanggal 8 Desember 2025 dan 7 Januari 2026. Data diperoleh melalui pengumpulan data primer. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan, persentase tertinggi karyawan yang mengalami kelelahan mata sebanyak 42 orang (91,3%), karyawan yang berusia ≤ 40 tahun sebanyak 29 orang (63%), karyawan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 27 orang (58,7%), karyawan yang memiliki masa kerja >3 sebanyak 43 orang (93,5%), kelainan refraksi sebanyak 40 orang (87%), dan durasi penggunaan komputer ≤ 8 jam per hari sebanyak 26 orang (56,5%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kelelahan mata (p-value = 0,024). Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kelelahan mata perlu dilakukannya pemeriksaan mata secara rutin minimal 1 tahun sekali, pekerja yang memiliki kelainan refraksi disarankan menggunakan kacamata sesuai hasil refraksinya dan menggunakan lensa anti radiasi, mengedukasi karyawan dengan acara health talk, dan penerapan istirahat mata.