Pada masa postpartum terjadi perubahan pada payudara sebagai persiapan untuk menyusui. Pada awal menyusui hal yang umum terjadi adalah bendungan ASI. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2019 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 35.985 orang (15,60%), serta pada tahun 2020 Ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 77.231 orang (37,12%). Komplikasi yang bisa terjadi akibat bendungan ASI adalah mastitis. Tujuan dalam penelitian ini adalah dapat melakukan Asuhan Kebidanan Postpartum pada Ny. D Usia 33 Tahun P5A0 melahirkan 3 hari yang lalu dengan Bendungan ASI di Puskesmas Cijeruk Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah laporan kasus, dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan menggunakan SOAP. Pengumpulan data didapatkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, obsevasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini didapatkan melalui pegkajian data subjektif yaitu ibu mengalami bengkak, nyeri, dan terasa penuh pada payudara. Data objektif didapatkan bahwa payudara teraba keras, kemerahan, bengkak, nyeri, payudara terasa panas, ASI tidak keluar dengan lancar dan payudara terasa penuh. Analisa Ny. D usia 33 tahun P5A0 dengan bendungan ASI, penatalaksanaan yang sudah dilakukan Breastcare, kompres hangat dan dingin, konseling teknik menyusui yang baik dan benar kontrasepsi, konseling gizi seimbang,dan konseling sibling rivalry. Kesimpulan pada LTA ini pengkajian data subjektif dan objektif sesuai dengan kondisi bendungan ASI dan asuhan yang diberikan sudah sesuai dengan protap serta kewenangan bidan. Saran kepada tenaga kesehatan yang bisa disampaikan supaya ditingkatkan pelayanan asuhan pada kasus bendungan ASI dan dapat dilakukan pencegahan pada kasus bendungan ASI pada ibu nifas. Kata Kunci : Masa Nifas, Bendungan ASI, ASI Eksklusif Pustaka : (2019-2025)