Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA NY. S DENGAN PENERAPAN REBOZO DAN SISA PLASENTA PADA MASA NIFAS DI PUSKESMAS MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Nursaidah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan Continuity of Care (COC) dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak penting untuk mendeteksi dini masalah serta mencegah terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan kontrasepsi. Komplikasi yang dapat terjadi pada masa nifas adalah sisa plasenta, yang berisiko menyebabkan perdarahan postpartum dan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat dan selama proses persalinan terutama pada kala I terjadi kontraksi uterus dan dilatasi serviks yang menyebabkan nyeri. Nyeri yang tidak terkelola dapat meningkatkan kecemasan dan menghambat kemajuan persalinan. Rebozo sebagai metode nonfarmakologis dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan ibu melalui relaksasi otot panggul. Tujuan laporan ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan berkesinambungan pada Ny. S dengan sisa plasenta dan penerapan rebozo sebagai penatalaksaan nyeri persalinan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil asuhan kebidanan berkesinambungan pada masa kehamilan ibu melakukan kunjungan antenantal care secara teratur sebanyak 2 kali. Pada kehamilan usia 36 minggu, ibu mengalami keluhan sering BAK diberikan edukasi bahwa kondisi tersebut merupakan keluhan fisiologis trimester akhir. Pada usia kehamilan 38 minggu, ditemukan kesenjangan ibu diberikan misoprostol oleh SPOG. Pada masa persalinan diberikan intervensi Rebozo untuk mengurangi nyeri persalinan kemudian dilakukan penilaian intensitas nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Bayi yang lahir spontan langsung menangis, penilaian APGAR baik. Kontrasepsi yang dipilih ibu pascasalin adalah KB IUD. Selama masa nifas, ibu mengalami masalah sisa plasenta dan dilakukan kuretase di RSUD Majalaya. Pendekatan berkesinambungan mampu mendeteksi masalah secara dini, memberikan intervensi tepat, serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat melalui penanganan dan rujukan yang sesuai Kata kunci: Asuhan kebidanan berkesinambungan, persalinan, Teknik rebozo, nyeri persalinan, sisa plasenta
PENGARUH STRATEGI KONSELING BERIMBANG TERHADAP RENCANA PEMILIHAN KB PASCA PERSALINAN BAGI IBU HAMIL TRIMESTER III Nursaidah
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2026): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KB pasca persalinan metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu upaya penting dalam menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan. Kehamilan yang tidak direncanakan akibat jeda kelahiran yang terlalu dekat dapat berdampak pada kesehatan ibu dan anak. Konseling sejak kehamilan trimester III merupakan momen strategis untuk membentuk kesiapan dan pengambilan keputusan kontrasepsi yang tepat. Strategi Konseling Berimbang (SKB) menjadi pendekatan efektif karena bersifat komunikatif, tidak memihak, dan berbasis kebutuhan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SKB terhadap rencana pemilihan KB pasca persalinan MKJP pada ibu hamil trimester III. Desain penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dan desain one group pre-test and post-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah responden 48 orang. Alat ukur yang digunakan adalah surat pernyataan rencana pemilihan KBPP. Pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah ibu yang merencanakan pemilihan KB pasca persalinan setelah diberikan konseling dengan SKB, terutama pada metode AKDR. Analisis data menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari pemberian SKB terhadap keputusan pemilihan metode kontrasepsi pasca persalinan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Strategi Konseling Berimbang efektif dalam meningkatkan rencana pemilihan KB pasca persalinan pada ibu hamil trimester III. Diharapkan metode ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam pelayanan antenatal sebagai salah satu upaya meningkatkan cakupan KB pasca persalinan dan menurunkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Kata kunci: Strategi Konseling Berimbang, KB Pasca Persalinan, Ibu Hamil Trimester III