Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR TIKTOK TVONE NEWS TENTANG PEMBATASAN AKUN ANAK DI BAWAH 16 TAHUN Wenny Nur Hamidah; Charisya Eka Anindya Shaputri Shaputri; Tika Yunia Saputri; Diah Lailatul Nikmah; Nur Lailiyah
Jurnal PENEROKA Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v6i2.5315

Abstract

This study aims to analyze the forms and impacts of violations of politeness maxims based on Leech's Principle of Politeness theory in the comments section of the TikTok account @tvonenews regarding the social media account accounting policy for children under 16 years of age. The study used a non-geographic descriptive qualitative approach. The research data consisted of netizens' comments collected through listening, note-taking, and documentation techniques, then explained based on Leech's six politeness maxims. The results showed 29 violations spread across six types of maxims. The most violations occurred in the Humility Maxim, the Approval Maxim, and the Sympathy Maxim, with six data each, which indicated a tendency for netizens to convey criticism arrogantly, reject opinions confrontationally, and ignore empathy in responding to public policies. In contrast, only one violation of the Generosity Maxim was found because the communication context in the TikTok comment section rarely requires self-sacrifice. These findings indicate that violations of politeness principles have the potential to reduce the quality of public communication, increase trust in government policies, and strengthen opinion polarization in the digital space.
Hambatan Komunikasi Teman Sebaya Dan Suasana Kelas: Tinjauan Teoretis Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Tika Yunia Saputri; Wenny Nur Hamidah; Charisya Eka Anindya Shaputri; Intan Prastihastari Wijaya
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran di SMK Putra Harapan serta menganalisis hambatan-hambatan tersebut berdasarkan perspektif teori konstruktivisme sosial Vygotsky. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menempatkan peneliti sebagai instrumen kunci, didukung oleh pendekatan psikologi pendidikan konstruktivisme dan pendekatan pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini melibatkan siswa dan guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Putra Harapan, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus belajar siswa sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal lingkungan kelas, di mana suasana kelas yang bising dan terlalu tegang memicu hambatan psikologis berupa penurunan konsentrasi serta rasa takut untuk beraspirasi. Selain itu, ditemukan hambatan interaksi sosial berupa penyalahgunaan gawai, fenomena sindir-menyindir, dan pembentukan kelompok pertemanan eksklusif (circle) yang memicu isolasi sosial bagi sebagian siswa. Berdasarkan perspektif Vygotsky, hambatan tersebut diatasi melalui pemberian bimbingan (scaffolding) yang humanis oleh guru BK, seperti pengelolaan emosi remaja tanpa konfrontasi publik, penataan ulang posisi duduk untuk memecah circle eksklusif, serta pembatasan penggunaan gawai melalui wadah khusus. Kajian ini menyimpulkan bahwa penciptaan iklim kelas yang inklusif dan pemberian scaffolding yang adaptif sangat krusial dalam memfasilitasi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa agar proses internalisasi pengetahuan berjalan optimal.