Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran di SMK Putra Harapan serta menganalisis hambatan-hambatan tersebut berdasarkan perspektif teori konstruktivisme sosial Vygotsky. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menempatkan peneliti sebagai instrumen kunci, didukung oleh pendekatan psikologi pendidikan konstruktivisme dan pendekatan pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini melibatkan siswa dan guru Bimbingan Konseling (BK) di SMK Putra Harapan, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fokus belajar siswa sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal lingkungan kelas, di mana suasana kelas yang bising dan terlalu tegang memicu hambatan psikologis berupa penurunan konsentrasi serta rasa takut untuk beraspirasi. Selain itu, ditemukan hambatan interaksi sosial berupa penyalahgunaan gawai, fenomena sindir-menyindir, dan pembentukan kelompok pertemanan eksklusif (circle) yang memicu isolasi sosial bagi sebagian siswa. Berdasarkan perspektif Vygotsky, hambatan tersebut diatasi melalui pemberian bimbingan (scaffolding) yang humanis oleh guru BK, seperti pengelolaan emosi remaja tanpa konfrontasi publik, penataan ulang posisi duduk untuk memecah circle eksklusif, serta pembatasan penggunaan gawai melalui wadah khusus. Kajian ini menyimpulkan bahwa penciptaan iklim kelas yang inklusif dan pemberian scaffolding yang adaptif sangat krusial dalam memfasilitasi Zone of Proximal Development (ZPD) siswa agar proses internalisasi pengetahuan berjalan optimal.
Copyrights © 2026