Hasan Matsum
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesiapan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs YPI Subulul Huda Saentis Elda Arzetin Elsil; Hasan Matsum; Zulham Zulham
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bhbjhg27

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan belajar siswa dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran Akidah Akhlak. Kesiapan belajar merupakan kondisi awal yang harus dimiliki peserta didik agar mampu mengikuti pembelajaran secara optimal, baik dari aspek fisik, mental, emosional, maupun ketersediaan sarana belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan belajar siswa, faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan belajar, serta bentuk kesiapan belajar siswa kelas VII MTs YPI Subulul Huda Saentis dalam mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan siswa kelas VII. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran Akidah Akhlak berada pada kategori cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang memerlukan peningkatan motivasi dan kesiapan belajar. Faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan belajar terdiri atas faktor internal, yaitu kondisi fisik, kesehatan, minat, motivasi, dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal, yaitu lingkungan keluarga, dukungan guru, fasilitas belajar, dan lingkungan sekolah. Bentuk kesiapan belajar siswa ditunjukkan melalui kesiapan fisik, kesiapan mental, kesiapan emosional, kesiapan dalam mempersiapkan perlengkapan belajar, serta kesiapan memahami materi sebelum pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan belajar merupakan prasyarat penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Akidah Akhlak sehingga diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk menciptakan kondisi belajar yang optimal.
Pembentukan Karakter Rasa Ingin Tahu Siswa pada Pembelajaran PAI di SMP Swasta Sinar Husni Medan Siti Faridah; Hasan Matsum; Mohammad Al Farabi
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/46er6962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Swasta Sinar Husni Medan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembentukannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama penelitian adalah guru Pendidikan Agama Islam, sedangkan informan pendukung meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter rasa ingin tahu siswa dilakukan melalui proses pembelajaran yang aktif, pembiasaan dalam kegiatan sekolah, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Pembiasaan tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya, berdiskusi, dan mencari informasi secara mandiri sehingga rasa ingin tahu berkembang menjadi bagian dari karakter sehari-hari. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi tersedianya fasilitas pembelajaran yang memadai dan dukungan lingkungan sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya keaktifan sebagian siswa dalam pembelajaran serta kurang optimalnya peran orang tua dalam mendampingi proses belajar di rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter rasa ingin tahu memerlukan sinergi antara sekolah, guru, dan keluarga agar dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.