Dika Dwi Kurniawan
Akademi Bisnis Lombok

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN PAKET WISATA DESA WISATA SETANGGOR Dika Dwi Kurniawan; Moh. Salman Alfarisi
Journal of Tabulation Economic Data Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Bisnis Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67462/axthpv70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tarik wisata budaya serta menyusun paket wisata budaya di Desa Wisata Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan kondisi dan potensi objek penelitian secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Setanggor memiliki potensi wisata budaya yang kuat dan masih mempertahankan kearifan lokal Suku Sasak. Daya tarik wisata budaya yang terdapat di Desa Wisata Setanggor meliputi Gendang Beleq, gamelan, teater tradisi, seni tari tradisional, pewarnaan benang alam, serta cooking class masakan tradisional khas Sasak. Selain itu, masyarakat setempat juga masih mempertahankan adat istiadat, gaya berpakaian tradisional, dan kerajinan lokal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Berdasarkan hasil analisis menggunakan pendekatan 5A yang meliputi Attraction, Accessibility, Amenities, Accommodation, dan Activities, Desa Wisata Setanggor dinilai memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya di Kabupaten Lombok Tengah. Melihat potensi tersebut, peneliti menyusun beberapa paket wisata budaya, yaitu paket wisata budaya One Day Tour, paket wisata budaya 2 Days 1 Night, dan paket wisata budaya 3 Days 2 Nights. Penyusunan paket wisata ini diharapkan dapat menjadi upaya pengembangan pariwisata berbasis budaya sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat setempat. Kata Kunci: Desa Wisata Setanggor, wisata budaya, paket wisata, daya tarik wisata, Suku Sasak..
Tourism Entrepreneurial Ecosystems and Sustainable Destination Development: An Integrative Review of Embeddedness, Alignment, and Relational Dynamics Dika Dwi Kurniawan; Moh. Salman Al Farisi
Jurnal Manajemen dan Inovasi Pariwisata Vol 1 No 2 (2026): Journal of Tourism Innovation and Management
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/tim.pp43t366

Abstract

Tourism entrepreneurship is increasingly understood as an embedded and ecosystem-based phenomenon in which entrepreneurial activities are shaped by institutional, relational, resource-based, and place-specific conditions. However, existing studies remain fragmented across different theoretical perspectives, with limited integration of how ecosystem conditions interact to produce sustainable or unsustainable destination development outcomes. This study aims to synthesize the theoretical perspectives and mechanisms linking tourism entrepreneurial ecosystems with sustainable destination development. A qualitative integrative literature review was conducted using a Scopus-based search strategy. From 90 retrieved records, 77 unique records were identified after deduplication, followed by relevance screening and focused theoretical extraction. Thirteen studies were selected as the core analytical corpus, while additional studies were retained as supporting literature. The synthesis identified six interconnected dimensions: institutional embeddedness, relational embeddedness, place-based embeddedness, governance coordination, resource and capability mobilisation, and sustainability-oriented value creation. The findings further suggest that ecosystem alignment represents a useful integrative mechanism through which these conditions may reinforce entrepreneurial processes and sustainable value creation. Conversely, low alignment, relational fragmentation, institutional conflict, and unequal resource access may contribute to contested and unsustainable outcomes. The study develops an integrative framework explaining alternative pathways from embeddedness and ecosystem configuration toward sustainable destination development.