Stigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) masih menjadi permasalahan sosial yang dapat menghambat keberlangsungan intervensi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan anak. Persepsi negatif masyarakat sering kali menimbulkan diskriminasi, pengucilan sosial, serta keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan dan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus serta menganalisis dampaknya terhadap keberlangsungan intervensi di Kota Sabang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tiga orang, yaitu orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, Keuchik Gampong, dan seorang anggota masyarakat. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus masih ditemukan dalam bentuk pelabelan sebagai beban keluarga, anggapan bahwa anak tidak mampu memperoleh pendidikan, serta keyakinan bahwa kondisi anak merupakan akibat kesalahan orang tua. Stigma tersebut menyebabkan orang tua mengalami rasa malu, menunda pemberian layanan pendidikan, membatasi interaksi sosial anak, serta mengurangi keberlangsungan intervensi yang diperlukan. Di sisi lain, upaya pemerintah gampong melalui sosialisasi, edukasi masyarakat, dan kebijakan yang mendukung pendidikan inklusif terbukti mulai mengubah persepsi masyarakat ke arah yang lebih positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma masyarakat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberlangsungan intervensi pada anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang inklusif sehingga anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh intervensi secara optimal dan berkesinambungan.