Efikasi diri akademik merupakan salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar siswa. Rendahnya efikasi diri akademik menyebabkan siswa kurang percaya diri, mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar, serta kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media permainan edukatif monobiling berbasis experiential learning yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk, validasi ahli, revisi produk, uji coba lapangan, dan penyempurnaan produk. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Selemadeg Timur dengan melibatkan dosen Bimbingan dan Konseling, guru BK, serta siswa kelas IX.A dan IX.B. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli, angket respon pengguna, dan instrumen efikasi diri akademik. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sedangkan efektivitas media dianalisis menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Monobiling memperoleh tingkat kelayakan sebesar 80% (layak), respon peserta didik sebesar 92,50% dan respon guru BK sebesar 90% (sangat baik). Selain itu, hasil uji efektivitas menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,6251 (62,51%) dengan kategori efektif. Dengan demikian, media permainan edukatif Monobiling berbasis experiential learning layak, praktis, dan efektif digunakan dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa