Kampoeng Wisata Cinangneng merupakan destinasi wisata edukatif berbasis budaya Sunda dan agrowisata yang memiliki potensi kuat sebagai ruang pembelajaran budaya, lingkungan, dan kehidupan pedesaan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh kemampuan pemandu lokal dalam mengemas aktivitas wisata menjadi narasi edukatif yang sistematis, menarik, dan konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemandu lokal dalam menyusun dan menyampaikan story telling budaya Sunda sebagai strategi penguatan layanan wisata edukatif. Metode kegiatan dilakukan melalui observasi awal, koordinasi mitra, edukasi, pelatihan penyusunan narasi, praktik pemanduan, pendampingan, serta evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, pre-test, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang fungsi storytelling dalam pemanduan wisata, kemampuan mengidentifikasi nilai budaya Sunda dalam aktivitas wisata, serta keterampilan menyusun narasi sederhana dengan alur pembuka, isi, nilai budaya, dan penutup. Peserta juga mulai menggunakan teknik komunikasi yang lebih interaktif melalui intonasi, ekspresi, gestur, dan pertanyaan pemantik. Kegiatan ini memperkuat peran pemandu lokal sebagai komunikator budaya dan pelaku pemberdayaan wisata berbasis komunitas.