This Author published in this journals
All Journal Dirasatul Ibtidaiyah
Mhd. Rizkiy Bahar Siregar
UIN Sumatera Utara Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FENOMENA PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN: Studi Penggunaan Media Presentasi Radinal Mukhtar Harahap; Syaukani Syaukani; Muhammad Faisal; Riswan Zendrato; Mhd. Rizkiy Bahar Siregar; Ahmad Yunus Mokoginta Harahap; Pandi Kurniawan; Misnan Misnan; Muhammad Daud Batubara
DIRASATUL IBTIDAIYAH Vol 6, No 1 (2026): DIRASATUL IBTIDAIYAH
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/ibtidaiyah.v6i1.18869

Abstract

AbstractThe development of digital technologies has fundamentally changed learning practices in various educational institutions, including pesantren. However, the introduction of digital technologies in Pesantren should not be seen as a purely technical process, but rather as a pedagogical practice that creates value and meaning. The aim of this study is to investigate the forms, meanings, and obstacles to the use of digital technologies particularly presentation media by teachers at the Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah. The study uses a qualitative approach with a phenomenological method to capture teachers' subjective experiences with the use of digital media in the learning process. Data were collected through classroom observations and in-depth interviews with the teachers and then analyzed thematically. The results demonstrate that presentation media are used purposefully and contextually as a pedagogical tool and do not replace the role of the teachers. Teachers interpret digital technologies as wasīlah (tools for the benefit of others), which depends on the intention, the way they are used, and their alignment with the values of the Pesantren, particularly etiquette and the blessing of knowledge. The study also revealed differences in teachers' attitudes toward digital technologies, influenced by pedagogical, cultural, and structural factors such as limited infrastructure and a lack of digital literacy. These findings confirm that digital learning in pesantren is a process of negotiation between technological innovation and the pedagogical traditions of the pesantren, and therefore requires a context-sensitive and differentiated approach to developing digital pedagogy.Keywords: digital learning, pesantren, presentation media, pesantren teachers, phenomenology.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan, termasuk lingkungan pesantren sebagai objek penelitian ini. Namun, adopsi teknologi digital di pesantren tidak dapat dipahami sebagai proses teknis semata, melainkan sebagai praktik pedagogik yang sarat nilai dan makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk, makna, dan kendala pemanfaatan teknologi digital—khususnya media presentasi—oleh guru pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif guru dalam memanfaatkan media digital dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara mendalam dengan guru pesantren, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media presentasi digunakan secara selektif dan kontekstual sebagai alat bantu pedagogik, bukan sebagai pengganti peran guru. Guru pesantren memaknai teknologi digital sebagai wasīlah yang kebermaknaannya ditentukan oleh niat, cara penggunaan, dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kepesantrenan, khususnya adab dan keberkahan ilmu. Penelitian ini juga menemukan adanya variasi sikap guru terhadap teknologi digital, yang dipengaruhi oleh faktor pedagogik, kultural, dan struktural, seperti keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran digital di pesantren berlangsung melalui proses negosiasi antara inovasi teknologi dan tradisi pedagogik pesantren, sehingga menuntut pendekatan pengembangan pedagogi digital yang kontekstual dan bernilai.  Kata Kunci: pembelajaran digital, pesantren, media presentasi, guru pesantren, fenomenologi.