Suci Ramadhanti Febriani
(Scopus ID: 57226315885); UIN Imam Bonjol Padang, Sumatra Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tracking The Cognitive Spectrum of Arabic Learning Textbook Based on Curriculum Integration: HOTS, MOTS or LOTS? / Melacak Spektrum Unsur Kognitif Pada Buku Teks Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Integrasi Kurikulum: HOTS, MOTS atau LOTS? Suci Ramadhanti Febriani; Shintia Aqilah Ramadhani
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 6, NO 2 (DESEMBER 2025): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v6i2.565

Abstract

This study aims to analyze the leveling of textbook based on Bloom's Taxonomy theory which includes the categories of high-order thinking skills (HOTS), medium-order thinking skills (MOTS), and low-order thinking skills (LOTS). This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation; then analyzed using the Miles & Huberman method and content analysis. The results of this study indicate that the Ministry of Religious Affairs textbook for grade XII shows the LOTS category which is characterized by a more dominant percentage of exercises including category C2. This is indicated by the percentage of exercises as much as 18% in category C1 (knowing), 30% in category C2 (Understanding), 22% in category C3 (applying), 3% in category C4 (analyzing) and 0% in category C5 (evaluating) and 27% in category C6 (creating). Meanwhile, 4 textbooks in the Diniyyah Arabic Center curriculum are still classified as LOTS (Lower Order Thinking Skills) which is characterized by the distribution of operational verbs in the four books belonging to the memorizing and mentioning categories, not yet reaching the creating level. The DAC teaching materials show a 52% MOTS level, while C1 remains at 4%. C2 has a 30% percentage, and C4 shows 14%. Based on this, the DAC textbook remains at the Middle Order Thinking Skills level. This study also compares two curricula (KMA and DAC) simultaneously.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjenjangan buku teks pelajaran berdasarkan teori Taksonomi Bloom yang meliputi kategori keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), keterampilan berpikir tingkat sedang (MOTS), dan keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi; kemudian dianalisis menggunakan metode Miles & Huberman dan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks pelajaran Kementerian Agama untuk kelas XII menunjukkan kategori LOTS yang ditandai dengan persentase latihan yang lebih dominan termasuk kategori C2. Hal ini ditunjukkan dengan persentase latihan sebanyak 18% pada kategori C1 (mengetahui), 30% pada kategori C2 (Memahami), 22% pada kategori C3 (menerapkan), 3% pada kategori C4 (menganalisis) dan 0% pada kategori C5 (mengevaluasi) dan 27% pada kategori C6 (mencipta). Sementara itu, 4 buku teks dalam kurikulum Diniyyah Arabic Center masih tergolong LOTS (Lower Order Thinking Skills) yang ditandai dengan distribusi kata kerja operasional pada keempat buku yang termasuk dalam kategori menghafal dan menyebutkan, belum mencapai tingkat mencipta. Bahan ajar DAC menunjukkan tingkat MOTS sebesar 52%, sementara C1 tetap 4%. C2 memiliki persentase 30%, dan C4 menunjukkan 14%. Berdasarkan hal ini, buku teks DAC masih berada pada tingkat Middle Order Thinking Skills. Penelitian ini juga membandingkan dua kurikulum (KMA dan DAC) secara bersamaan.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Bahasa Arab Melalui Modul Berbasis HOTS / Increasing the Pedagogical Competency of Arabic Teachers Through HOTS-Based Modules Rahmawati Rahmawati; Suci Ramadhanti Febriani; Shofia Nailatul Haq
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 4, NO 2 (DESEMBER 2023): LOGHAT ARABI
Publisher : Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/la.v4i2.156

Abstract

Arabic teachers' pedagogical competence in understanding the concept of HOTS-based learning is still minimal. On that basis, increasing teacher pedagogical competence through HOTS-based training aims to encourage teachers to have the capacity to internalize HOTS-based values in the learning process. So, this research aims to identify the increasing teacher pedagogical competence through the Modul based on the HOTS. The service sample consisted of 25 teachers from Limapuluh Kota Regency and Payakumbuh City and theĀ  used a Service Learning (SL) approach for the method. The stages of this activity consist of three parts, namely: 1) The need for pedagogical competence is achieved 100% through the results of discussions and case studies as well as distribution of question instruments on Google Form; 2) the mentoring stage includes steps to analyze KI and KD, formulate learning objectives, prepare research instruments and design HOTS-based modules; 3) while the effectiveness level of this assistance reaches 100%. The impact obtained is increasing insight, establishing good and communicative relationships between Arabic language teachers at Madrasah Aliyah level and the birth of Arabic language teaching modules that can be used in Arabic language learning for the 2023/2024 academic year.Abstrak: Kompetensi pedagogi guru bahasa Arab dalam memahami konsep pembelajaran berbasis HOTS masih minim. Atas dasar itu, peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan berbasis HOTS bertujuan untuk mendorong guru mempunyai kapasitas internalisasi nilai-nilai berbasis HOTS dalam proses pembelajaran. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan kompetensi pedagogik guru melalui modul berbasis HOTS. Sampel penelitian ini terdiri dari 25 orang guru Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh dan menggunakan pendekatan Service Learning (SL) sebagai metodenya. Tahapan kegiatan ini terdiri dari tiga bagian, yaitu: 1) kebutuhan kompetensi pedagogik tercapai 100% melalui hasil diskusi dan studi kasus serta pembagian instrumen soal pada Google Form; 2) tahap pendampingan meliputi langkah menganalisis KI dan KD, merumuskan tujuan pembelajaran, menyiapkan instrumen penelitian dan merancang modul berbasis HOTS; 3) sedangkan tingkat efektivitas bantuan ini mencapai 100%. Dampak yang diperoleh adalah bertambahnya wawasan, terjalinnya hubungan yang baik dan komunikatif antar guru bahasa Arab tingkat Madrasah Aliyah dan lahirnya modul pengajaran bahasa Arab yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab tahun ajaran 2023/2024.