This study aims to analyze the leveling of textbook based on Bloom's Taxonomy theory which includes the categories of high-order thinking skills (HOTS), medium-order thinking skills (MOTS), and low-order thinking skills (LOTS). This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation; then analyzed using the Miles & Huberman method and content analysis. The results of this study indicate that the Ministry of Religious Affairs textbook for grade XII shows the LOTS category which is characterized by a more dominant percentage of exercises including category C2. This is indicated by the percentage of exercises as much as 18% in category C1 (knowing), 30% in category C2 (Understanding), 22% in category C3 (applying), 3% in category C4 (analyzing) and 0% in category C5 (evaluating) and 27% in category C6 (creating). Meanwhile, 4 textbooks in the Diniyyah Arabic Center curriculum are still classified as LOTS (Lower Order Thinking Skills) which is characterized by the distribution of operational verbs in the four books belonging to the memorizing and mentioning categories, not yet reaching the creating level. The DAC teaching materials show a 52% MOTS level, while C1 remains at 4%. C2 has a 30% percentage, and C4 shows 14%. Based on this, the DAC textbook remains at the Middle Order Thinking Skills level. This study also compares two curricula (KMA and DAC) simultaneously.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjenjangan buku teks pelajaran berdasarkan teori Taksonomi Bloom yang meliputi kategori keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), keterampilan berpikir tingkat sedang (MOTS), dan keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi; kemudian dianalisis menggunakan metode Miles & Huberman dan analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks pelajaran Kementerian Agama untuk kelas XII menunjukkan kategori LOTS yang ditandai dengan persentase latihan yang lebih dominan termasuk kategori C2. Hal ini ditunjukkan dengan persentase latihan sebanyak 18% pada kategori C1 (mengetahui), 30% pada kategori C2 (Memahami), 22% pada kategori C3 (menerapkan), 3% pada kategori C4 (menganalisis) dan 0% pada kategori C5 (mengevaluasi) dan 27% pada kategori C6 (mencipta). Sementara itu, 4 buku teks dalam kurikulum Diniyyah Arabic Center masih tergolong LOTS (Lower Order Thinking Skills) yang ditandai dengan distribusi kata kerja operasional pada keempat buku yang termasuk dalam kategori menghafal dan menyebutkan, belum mencapai tingkat mencipta. Bahan ajar DAC menunjukkan tingkat MOTS sebesar 52%, sementara C1 tetap 4%. C2 memiliki persentase 30%, dan C4 menunjukkan 14%. Berdasarkan hal ini, buku teks DAC masih berada pada tingkat Middle Order Thinking Skills. Penelitian ini juga membandingkan dua kurikulum (KMA dan DAC) secara bersamaan.
Copyrights © 2025