Zulkifli
Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SEDERHANA BERDASARKAN SAK EMKM PADA P4S WANUA LAMPOKO Rahmawati Rahmawati; Zulkifli; Muh. Arafah
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol. 6 No. 1 (2026): Vol. 6 No. 1 (2026) Juni 2026
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v6i1.6181

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan akuntansi sederhana yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada Wanua Lampoko Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawncara, observasi dan dokumentasi terhdapa pengelola P4S Wanua Lampoko. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa praktik akuntansi yang diterapkan belum sepenuhnya memenuhi ketentuan SAK EMKM. Karena pencatatan keuangan masih dilakukan dengan cara yang sederhana dan hanya terfokus pada penerimaan dan pengeluaran uang tunai, maka hal-hal terkait pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi keuangan juga belum diterapkan secara komprehensif. Selain itu, laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan belum disusun sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga informasi keuangan yang dihasilkan belum dapat mencerminkan kondisi keuangan lembaga secara tepat, akurat, dan transparan. Tantangan utama dalam menerapkan SAK EMKM meliputi rendahnya pemahaman mengenai standar akuntansi, keterbatasan kemampuan sumber daya manusia, kurangnya alat pencatatan yang memadai, padatnya kegiatan operasional, dan masih sedikitnya kegiatan pelatihan serta pendampingan. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk menerapkan SAK EMKM secara lebih efektif melalui peningkatan kapasitas pengelola, baik melalui pelatihan maupun pendampingan yang berkelanjutan, guna mendukung terwujudnya transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pengelolaan keuangan di P4S Wanua Lampoko.transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan pengelolaan keuangan di P4S Wanua Lampoko.
The Role of Digital Religiosity and Consumer Awareness in Ethical Purchasing: A Study on the Global Boycott Movement Against Politically Affiliated Brands Zulkifli; Juhasdi Susono; Desy Rahmawati Anwar; Akram Ista; Mohd Aderi Che Noh
IQTISHODUNA: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 14 No. 2 (2025): October
Publisher : Department of Sharia Economics Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/iqtishoduna.v14i2.3503

Abstract

This study aims to examine the influence of religiosity, social media engagement, and product knowledge on consumer participation in boycotts against products affiliated with Israel. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) for data analysis, the research surveyed Muslim consumers to assess how religious values, digital exposure, and awareness drive ethical consumption decisions. The findings demonstrate that religiosity, social media, and product knowledge each have a positive and statistically significant impact on boycott behaviour. These results underscore the increasing significance of faith-driven economic actions, particularly in an era where social media amplifies collective consciousness and mobilization across borders. The implications of this study extend beyond consumer behaviour, reflecting a broader trend in the global Islamic economy, where purchasing choices are increasingly guided by ethical, spiritual, and political considerations. This behaviour fosters a sense of economic solidarity among Muslim communities and reinforces the importance of aligning market actions with Islamic values. For businesses and policymakers, the findings underscore the importance of understanding and responding to the ethical expectations of Muslim consumers. Furthermore, the research encourages consumers to critically evaluate information on social media before making economic decisions, promoting informed activism and reinforcing accountability in global supply chains.