Risma Risma
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Berbasis Dakwah dan Pemberdayaan Remaja di Desa Opo Amiruddin Amiruddin; Satriani Satriani; Baso Sahrul; Narwin Narwin; Novia Aprilia; Muh Ibnul Sabil N; Ilal Hamdi Ajrul; Risma Risma
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ngabdi.v4i1.90

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah pedesaan Indonesia. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Opo, dengan fokus pada edukasi pencegahan pernikahan dini berbasis pendekatan dakwah dan pemberdayaan remaja. Kegiatan PkM ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi wawancara mendalam dengan lima narasumber kunci (Imam Desa, Pejabat Desa, Kepala Madrasah, dan dua tokoh masyarakat), penyuluhan, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pernikahan dini di Desa Opo dipengaruhi oleh faktor ekonomi keluarga, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan bebas remaja, serta kehamilan di luar nikah. Meskipun angka pernikahan dini cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir, praktik ini masih terjadi dengan alasan yang kompleks. Luaran kegiatan PkM meliputi peningkatan pemahaman masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini, terbentuknya kesepakatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah desa, tokoh agama, dan lembaga pendidikan, serta tersusunnya rekomendasi program pencegahan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Pendekatan dakwah oleh tokoh agama terbukti menjadi strategi yang paling diterima masyarakat dibandingkan pendekatan legal-formal