Sri Wahyuni
Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Hukum, Univeristas Islam As’adiyah Sengkang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Revitalisasi Taman Pendidikan Al-Qur'an Melalui Program Pendampingan sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Keagamaan Anak Sulaeman Sulaeman; Samsuddin Samsuddin; Sri Wahyuni; Hasriadi Hasriadi; Ummul Wafiyah; Yunarta Yunarta; Nurul Azizah; Dian Permatasari; Miftahul Fauzan Hasyim; Muh. Sabirin; Ayu Ra’adrafnaini; Asyuni Asyuni
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/ngabdi.v4i1.93

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) merupakan lembaga pendidikan nonformal yang memiliki peran strategis dalam penguatan pendidikan keagamaan anak. Namun, kegiatan TPA di Kelurahan Macanre telah mengalami vakum dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pendampingan pembelajaran Al-Qur'an sebagai upaya revitalisasi TPA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kevakuman TPA disebabkan oleh tidak adanya kelanjutan pengelolaan dan dominasi sistem pembelajaran mandiri di rumah guru mengaji. Program pendampingan dilaksanakan secara rutin dengan menggunakan metode Iqro' yang lebih sistematis, dipadukan dengan hafalan surah-surah pendek dan permainan edukatif. Kegiatan ini berhasil meningkatkan partisipasi anak-anak dan menunjukkan bahwa minat pembelajaran Al-Qur'an masih tinggi. Program ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membaca Al-Qur'an, memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih terstruktur, serta menjaga tradisi keagamaan lokal. Disimpulkan bahwa revitalisasi TPA memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan guru mengaji untuk keberlanjutan program di masa mendatang.