This Author published in this journals
All Journal Journal of Midwifery
KHARIZA FADHILA SYAHNAZ
POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BENGKULU SRI HAYATUN NUFUS; EPTI YORITA; ROLITA EFRIANI; SRI YANNIARTI; KHARIZA FADHILA SYAHNAZ
Journal Of Midwifery Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v14i1.11795

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami oleh remaja putri. World Health Organization (2025) melaporkan lebih dari 500 juta perempuan usia reproduktif di seluruh dunia mengalami anemia, dengan prevalensi sebesar 32% pada remaja Indonesia usia 15–24 tahun. Rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait pencegahan anemia menjadi faktor penyebab utama masalah ini. Di Provinsi Bengkulu, anemia menyumbang 33,16% dari komplikasi obstetri, dan SMKN 3 Kota Bengkulu memiliki jumlah kasus anemia remaja tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja putri terkait anemia di SMKN 3 Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswi kelas X di SMKN 3 Kota Bengkulu dengan sampel sebanyak 64 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup aspek pengetahuan, sikap, perilaku, sumber informasi, lingkungan sekolah, dan dukungan keluarga terkait anemia. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat gambaran masing-masing variabel. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,4%) memiliki pengetahuan kurang tentang anemia, 31,3% pengetahuan cukup, dan 9,4% pengetahuan baik. Sikap terhadap pencegahan anemia cenderung positif, dengan 56,3% responden menunjukkan sikap mendukung. Namun, perilaku pencegahan anemia masih kurang, dengan 82,8% responden memiliki perilaku negatif seperti pola makan tidak sehat. Selain itu, 84,4% responden tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai anemia, serta tidak terdapat dukungan sekolah dalam upaya pencegahan anemia. Dukungan keluarga juga masih terbatas, dengan hanya 37,5% responden yang mendapatkan dukungan dalam menjaga pola makan sehat. Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku remaja putri terkait anemia masih tergolong rendah meskipun sikap sudah cukup baik. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku dalam pencegahan anemia.