Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Rencana Tata Ruang Kabupaten Nagekeo (Studi Kasus Pembangunan Kota Berkelanjutan di Kota Mbay) Anskarius Sue Nono; Frans W. Muskanan; Ambrosius Dedi A. Sinu
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perencanaan tata ruang terhadap Pembangunan keberlanjutan Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Pembangunan Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan berjumlah 8 orang . Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi data, triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Teori yang digunakan adalah Teori Merilee S. Grindle (1980:10) yang menjelaskan tentang implementasi dalam kebijakan, dalam hal ini adalah RTRW pembangunan Kota Mbay yang sifatnya keberlanjutan. Model implementasi Merilee S. Grindle yakni isi kebijakan dan lingkungan implementasi. Dilihat dari isi kebijakan yakni Kepentingan dalam implementasi kebijakan ini dapat dilihat dalam peraturan daerah Kabupaten Nagekeo Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kawasan Perkotaan Mbay Tahun 2017 – 2037 yang berfokus pada program perencanaan tata kota di lingkup kota Mbay. Tipe manfaat yang dapat dihasilkan dari Pembangunan ruang Kota Mbay adalah manfaat untuk masyarakat Kota Mbay itu sendiri. Derajat perubahan yang diinginkan yaitu setiap kebijakan mempunyai target yang hendak dicapai dan seberapa besar perubahan yang ingin dicapai kea rah yang lebih baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan program tata ruang di Kota Mbay dilakukan oleh Dinas Penataan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagekeo, khususnya melalui Bidang Tata Ruang. Namun, proses ini melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak lain. Pemerintah Kabupaten Nagekeo, melalui Dinas PUPR, adalah pemegang otoritas utama dalam pelaksanaan tata ruang. Dilihat dasi lingkungan kebijakan bahwa implementasi rencana tata ruang di Kota Mbay merupakan upaya kolaboratif yang dipimpin oleh Bidang Tata Ruang Dinas Penataan Umum dan Penataan Ruang. Peraturan Daerah tentang RDTR Kawasan Perkotaan Mbay, implementasinya menghadapi kendala signifikan berupa kelemahan pengawasan terhadap penggunaan lahan dan bangunan.
Strategi Politik Kemenangan Huruka Jora Calon Legislatif di Dapil II Kabupaten Sumba Barat : Penelitian Marselinus Ngura Nyayi; Yohanes F. Keon; Ananias R.P. Jacob; Frans W. Muskanan
Journal on Pustaka Cendekia Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Journal on Pustaka Cendekia Informatika: Volume 3 Nomor 2 June-September Tahun
Publisher : PT Pustaka Cendekia Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pctif.v3i2.111

Abstract

Pemilihan umum merupakan sarana utama dalam sistem demokrasi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih wakilnya di lembaga legislatif. Dalam proses tersebut, setiap calon legislatif membutuhkan strategi politik yang tepat untuk memperoleh dukungan masyarakat dan memenangkan kontestasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi politik yang digunakan oleh Huruka Jora dalam memenangkan pemilihan legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Sumba Barat pada Pemilu tahun 2024. Fenomena kemenangan Huruka Jora menjadi menarik untuk diteliti karena kandidat tersebut pernah terjerat kasus korupsi dana desa, namun tetap memperoleh dukungan masyarakat dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat. Penelitian ini Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari calon legislatif, tim sukses, dan masyarakat pemilih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori strategi politik dari Peter Schroder yang membagi strategi politik menjadi strategi ofensif dan strategi defensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan Huruka Jora dipengaruhi oleh penerapan strategi politik yang efektif melalui kombinasi strategi ofensif dan defensif. Strategi ofensif dilakukan dengan memperluas dukungan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, sosialisasi politik, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan adat, serta membangun komunikasi yang intensif dengan pemilih. Sementara itu, strategi defensif dilakukan dengan mempertahankan basis dukungan yang telah ada melalui penguatan jaringan keluarga, tokoh masyarakat, serta menjaga hubungan sosial yang baik dengan konstituen. Kombinasi kedua strategi tersebut mampu meningkatkan elektabilitas kandidat dan memperkuat legitimasi sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks politik lokal di Sumba Barat, kedekatan sosial, hubungan kekerabatan, dan legitimasi budaya memiliki peran penting dalam menentukan pilihan politik masyarakat.
RELASI KEPENTINGAN ELITE LOKAL DALAM PEMBANGUNAN GEOTERMAL (PLTP) DI DESA SOKORIA, KECAMATAN NDONA TIMUR, KABUPATEN ENDE Rogerio Alvaro Roi Wangge; Ananias Riyoan Philip Jacob; Frans W. Muskanan
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, January 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i1.2279

Abstract

The development of the Sokoria Geothermal Power Plant (GPP) in Sokoria Village, East Ndona Subdistrict, Ende Regency is part of Indonesia’s national renewable energy policy. However, this project is not only shaped by technical and economic considerations but also strongly influenced by local socio-political dynamics, particularly the interest relations of local elites. This study aims to analyze the forms of local elite interest relations in the development of the Sokoria GPP, the political, economic, and social interests underlying their involvement, and the impacts on local communities. This research employs a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, field observations, and documentation as data collection methods. Data analysis is conducted using C. Wright Mills’ elite theory. The findings reveal that local elites play a dominant role in the decision-making process of the Sokoria GPP development, acting as intermediaries between developers and communities while also controlling information flows and benefit distribution. These interest relations tend to be elitist rather than participatory, resulting in unequal benefit distribution and community resistance. This study concludes that the success of geothermal development depends not only on technical and policy aspects but also on inclusive, transparent, and just socio-political governance.