Aurellia Saffanah Arista Cussoy
Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Semarang Aurellia Saffanah Arista Cussoy; Putut Suharso
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.2.438–451

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan manajemen Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang dalam mewujudkan perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Program TPBIS menghadirkan paradigma baru perpustakaan yang tidak hanya berperan sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai ruang belajar, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi empat fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, serta mengkaji persepsi pengguna terhadap dampak program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan pengelola program dan pengguna layanan perpustakaan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk memperoleh gambaran mengenai proses pengelolaan program dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen TPBIS telah berjalan dengan baik, terutama melalui perencanaan partisipatif yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran pengembangan koleksi, penguatan koordinasi internal, dan optimalisasi kemitraan strategis. Program TPBIS dinilai berhasil dalam membangun keterlibatan masyarakat melalui kegiatan yang mendukung peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan interaksi sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen perpustakaan berbasis inklusi sosial mampu memperluas peran perpustakaan sebagai institusi publik yang adaptif dan inklusif. Melalui pengelolaan yang tepat, perpustakaan dapat menjadi katalisator pemberdayaan masyarakat dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.