Latar Belakang: Media sosial terus berkembang sebagai alat strategis penting dalam organisasi. Organisasi mulai menyadari perlunya memanfaatkan media sosial untuk tumbuh secara berkelanjutan, dan mereka mulai mempertahankan kehadiran mereka dan membangun hubungan dengan publik. Perpaduan optimal antara pemanfaatan media sosial, manajemen bisnis, dan budaya bisnis yang kuat berdampak signifikan terhadap kinerja di industri kuliner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas dampak penggunaan media sosial di tempat kerja, pengelolaan pengetahuan, dan budaya organisasi terhadap kinerja organisasi di kalangan pemilik usaha makanan yang tergabung dalam Rangkul Kuliner Semarang. Land Cruiser adalah asosiasi industri kuliner yang berlokasi di Kota Semarang. Metode: Populasi penelitian terdiri dari 380 pemilik usaha makanan yang tergabung dalam Rangkul. Kami mendistribusikan survei yang memverifikasi validitas dan keandalan serta mengumpulkan data. Metode throbin digunakan untuk mengumpulkan 79 sampel. Penelitian ini menggunakan alat analisis SPSS versi 25. Hasil: Hasil penelitian ini secara empiris menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di tempat kerja memiliki dampak signifikan sebesar 0,025 terhadap kinerja organisasi. Selanjutnya, manajemen pengetahuan mendapat skor 0,003, dan budaya organisasi berdampak signifikan pada kinerja organisasi, dengan hasil signifikan 0,340. Kesimpulan: Sementara penggunaan media sosial dan manajemen pengetahuan di tempat kerja memiliki dampak positif dan signifikan pada kinerja organisasi, budaya organisasi tidak. Pada saat yang sama, tiga variabel berkontribusi 52,6% (R²=0,526), memberikan dampak yang signifikan.