Revalina Abay
Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Occupational Drawing Therapy Dalam Menurunkan Gejala Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Gangguan Jiwa Revalina Abay; Nur Uyuun I. Biahimo; Pipin Yunus; Setiawan Setiawan
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.307

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan kesalahan dalam mempersepsikan suara yang didengar oleh orang dengan gangguan jiwa dan memerlukan pendekatan terapi komprehensif, termasuk intervensi nonfarmakologis. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi menggambar okupasi . Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi gambar okupasi terhadap gejala halusinasi pendengaran pasien di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest . Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan lembar observasi tanda dan gejala halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi okupasi menggambar , 44,4% responden mengalami halusinasi sedang, 44,4% responden mengalami halusinasi berat, 11,2% responden mengalami halusinasi sangat berat. Setelah diberikan terapi okupasi menggambar , 27,8% responden mengalami halusinasi ringan, 66,7% responden mengalami halusinasi sedang, 5,6% responden mengalami halusinasi sangat berat. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p-value 0,001 < a = 0,05, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh gejala okupasi drawing Therapy terhadap pasien halusinasi pendengaran di wilayah kerja puskesmas kota tengah, kota Gorontalo. Kesimpulan penelitian ini, intervensi okupasi terapi gambar efektif dalam menurunkan gejala halusinasi pendengaran sehingga perlu dipertimbangkan untuk dijadikan salah satu intervensi nonfarmakologis yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas perawatan penutup dan pemulihan pasien dengan gangguan halusinasi pendengaran.