Harga saham merupakan indikator penting yang mencerminkan kinerja dan nilai perusahaan di pasar modal. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja. Fluktuasi harga saham perusahaan dalam sektor ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental perusahaan, terutama terkait kebijakan pembagian dividen, kinerja profitabilitas, dan skala operasional Perusahaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor hotel, restoran, dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 52 perusahaan. Sampel penelitian difokuskan pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa perhotelan dengan menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 17 perusahaan. Periode penelitian mencakup data selama lima tahun, yaitu dari tahun 2019 hingga 2023. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham perusahaan, sedangkan variabel independen terdiri dari: (1) kebijakan dividen diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR); (2) profitabilitas diukur dengan Return on Assets (ROA; dan (3) ukuran perusahaan diukur dengan (Ln. Total Asset). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan software eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi data panel berdasarkan hasil uji F (simultan) bahwa seluruh variabel independent secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu harga saham. Secara parsial, kebijakan dividen yang diproksikan dengan DPR tidak berpengaruh terhadap harga saham. Profitabilitas yang diukur dengan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sementara itu, ukuran perusahaan yang diukur dengan Ln. Total Asset menunjukkan pengaruh positif terhadap harga saham. Koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan variasi harga saham sebesar 95,38%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.