Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis progresif, ditandai dengan adanya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein sehingga mengarah ke hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi). Kadar glukosa yang tinggi dapat dipengaruhi oleh nutrisi, salah satu bentuk dalam pengendalian nutrisi pada penderita DM tipe 2 adalah dengan melaksanakan diet. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan melasanakan diet diabetes mellitus pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Limo. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan pada olah data penelitian yaitu uji chi-square, dengan menggunakan metode pengambilan sampel berupa Purposive Sampling yang menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Limo dengan total sebanyak 67 responden. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan, sikap, dukungan tenaga kesehatan serta dukungan keluaarga dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tingkat kepatuhan melaksanakan diet DM pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan p value 0,000 (a = 0.05) dan tidak ada hubungan antara dukungan tenaga Kesehatan dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan diet DM pada pasien DM tipe 2 dengan p value dukungan tenaga kesehatan 0,497 dan dukungan keluarga 0,727 (a = 0,05).Diabetes mellitus (DM) is one of the progressive chronic diseases, characterized by the inability of the body to metabolic carbohydrates, fats, and proteins and leads to hyperglycemia (high blood glucose level). High glucose levels can be affected by nutrition, a form of nutritional control in DM type 2 sufferers is by dieting. The purpose of this study is to know the factors that affect the level of obedience undergoes the diet of diabetes mellitus in the lympms hospital. The design of this study employs a sectional cross approach. The statistical test used in research processing is the chi-square test, using a sample removal method of additive sampling that applies the inclusion and exclusion criteria. The study is conducted in the limos district district with a total of 67 respondents. Independent variables in the study which is the level of knowledge, attitude, health and family support and dependent variables in this study are the level of obedience. Research shows that there is a correlation between knowledge levels and attitudes with obedience levels carrying out type 2 diets with p value 0,000 (a = 0.05) and there is no link between health care and family support and DM type 2 diet compliance in dm patient with zero healthcare.