p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal JKFT
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nofiyanti nofiyanti; Dayan Hisni; Dwi Rochyani
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/hn5sk038

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi yang paling ditakuti bagi penyandang diabetes melitus tipe 2, komplikasi ekstremitas bawah ini muncul sebagai masalah kesehatan yang signifikan. Berbagai faktor dapat mempengaruhi prevalensi terjadinya ulkus diabetikum dan amputasi bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit Dr. Suyoto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang menderita ulkus diabetikum dan tidak menderita ulkus diabetikum di poli penyakit dalam rumah sakit Dr. Suyoto. Teknik pengambilan sample menggunakan teknik simple random sampling dengan hasil sample 80 responden. Instrumen yang digunakan yaitu alat GCU Test, kuesioner NAFF, dan kuesioner DDS. Analisis Pearson Chi-Square digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Hasil uji statistikk menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor kadar gula darah (p Value = 0,000), faktor perawatan kaki (p Value = 0,008), faktor tingkat stress dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit Dr. Suyoto. Dalam penelitian ini, keseluruhan faktor memiliki hubungan dengan kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada responden tentang faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian ulkus diabetikum,sehingga cita-cita dalam melakukan pencegahan dapat tercapai.
Pengaruh Senam Diabetes Mellitus Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Zhafira Fildzah Gaisani; Dayan Hisni; Millya Helen
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/55j2z911

Abstract

Diabetes mellitus termasuk penyakit yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan insulin. Penyakit ini dapat menyerang seluruh organ tubuh dan terkadang baru disadari setelah terjadi komplikasi pada penderitanya. Pravelensi diabetes mellitus di Puskesmas Kecamatan Limo yaitu sebanyak 1.347 orang dan menempati urutan ke-3 dari 10 penyakit terbanyak di Puskesmas tersebut. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan latihan fisik berupa senam diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam diabetes mellitus terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Limo. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu atau Quasi eksperiment dengan rancangan Two Group Pretest Posttest dengan melibatkan 50 responden yang terdiri dari kelompok kontol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah senam diabetes dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kadar gula darah yang diukur dengan alat Glukometer. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara senam diabetes terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2  dengan p value 0,000 (a = 0.05). Pada uji Mann-Whitney dengan p value 0.000 (a= 0.05) menunjukkan penurunan kadar gula darah kelompok intervensi lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Oleh karena itu, penderita diabetes mellitus diharapkan untuk patuh melakukan senam 3 kali dalam seminggu dengan durasi 20-30 menit agar kadar gula darahnya dapat menurun.
Pengaruh Edukasi Diet Diabetes Melitus Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien DM Tipe 2 Nilam Arizona; Dayan Hisni; Intan Asri Nurani
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v10i1.7768

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu penyakit kronis dengan karakteristik kadar gula darah puasa ≥126 mg/dl atau gula darah 2 jam pasca-pembebanan ≥200 mg/dl. Kondisi yang berperan pada terjadinya DM tipe 2 adalah disfungsi sel β pankreas dan resistensi insulin. Pengelolaan penyakit Diabetes Melitus dikenal dengan 4 pilar utama yaitu edukasi, terapi nutrisi medis/diet, jasmani dan terapi farmakologis. Keempat pilar pengelolaan tersebut dapat diterapkan pada semua jenis tipe Diabetes Melitus termasuk Diabetes Melitus tipe 2. Untuk mencapai fokus pengelolaan Diabetes Melitus yang optimal maka perlu adanya keteraturan terhadap empat pilar utama tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi diet dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe II di Posbindu Kemuning Sukmajaya Kota Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuatitantif dengan menggunakan desain Quasi Eksperimen. Penelitian ini terdapat 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan melibatkan 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variable Independen dalam penelitian ini adalah edukasi diet diabetes mellitus dan variable dependen dalam penelitian ini adalah kadar gula darah dengan instrument penelitian menggunakan GCU Tes dan Booklet. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whiteney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi diet diabetes melitus terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan (p Value = 0,000). Pada uji Mann-Whitney (p Value = 0,000) pada penelitian ini menunjukkan bahwa kadar gula darah pada kelompok intervensi lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Oleh karena itu diharapkan untuk patuh dalam mengendalikan pola makan nutrisi untuk mempertahankan berat badan menjadi normal, mengurangi/ mencegah terjadinya komplikasi.Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2Edukasi Diet4 Pilar Utama
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kepatuhan Melaksanakan Diet DM Pada Pasien DM Tipe 2 Nabilah Nabilah; Dayan Hisni; Toto Suharyanto
Jurnal JKFT Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v10i1.7776

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis progresif, ditandai dengan adanya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein sehingga mengarah ke hiperglikemia (kadar glukosa darah tinggi). Kadar glukosa yang tinggi dapat dipengaruhi oleh nutrisi, salah satu bentuk dalam pengendalian nutrisi pada penderita DM tipe 2 adalah dengan melaksanakan diet. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan melasanakan diet diabetes mellitus pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Limo. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan pada olah data penelitian yaitu uji chi-square, dengan menggunakan metode pengambilan sampel berupa Purposive Sampling yang menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Limo dengan total sebanyak 67 responden. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan, sikap, dukungan tenaga kesehatan serta dukungan keluaarga dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tingkat kepatuhan melaksanakan diet DM pasien diabetes mellitus tipe 2  dengan p value 0,000 (a = 0.05) dan tidak ada hubungan antara dukungan tenaga Kesehatan dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan diet DM pada pasien DM tipe 2 dengan p value dukungan tenaga kesehatan 0,497 dan dukungan keluarga 0,727 (a = 0,05).Diabetes mellitus (DM) is one of the progressive chronic diseases, characterized by the inability of the body to metabolic carbohydrates, fats, and proteins and leads to hyperglycemia (high blood glucose level). High glucose levels can be affected by nutrition, a form of nutritional control in DM type 2 sufferers is by dieting. The purpose of this study is to know the factors that affect the level of obedience undergoes the diet of diabetes mellitus in the lympms hospital. The design of this study employs a sectional cross approach. The statistical test used in research processing is the chi-square test, using a sample removal method of additive sampling that applies the inclusion and exclusion criteria. The study is conducted in the limos district district with a total of 67 respondents. Independent variables in the study which is the level of knowledge, attitude, health and family support and dependent variables in this study are the level of obedience. Research shows that there is a correlation between knowledge levels and attitudes with obedience levels carrying out type 2 diets with p value 0,000 (a = 0.05) and there is no link between health care and family support and DM type 2 diet compliance in dm patient with zero healthcare.