Diabetes mellitus termasuk penyakit yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan insulin. Penyakit ini dapat menyerang seluruh organ tubuh dan terkadang baru disadari setelah terjadi komplikasi pada penderitanya. Pravelensi diabetes mellitus di Puskesmas Kecamatan Limo yaitu sebanyak 1.347 orang dan menempati urutan ke-3 dari 10 penyakit terbanyak di Puskesmas tersebut. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya yaitu dengan latihan fisik berupa senam diabetes. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam diabetes mellitus terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Limo. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu atau Quasi eksperiment dengan rancangan Two Group Pretest Posttest dengan melibatkan 50 responden yang terdiri dari kelompok kontol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah senam diabetes dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah kadar gula darah yang diukur dengan alat Glukometer. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara senam diabetes terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2Â dengan p value 0,000 (a = 0.05). Pada uji Mann-Whitney dengan p value 0.000 (a= 0.05) menunjukkan penurunan kadar gula darah kelompok intervensi lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Oleh karena itu, penderita diabetes mellitus diharapkan untuk patuh melakukan senam 3 kali dalam seminggu dengan durasi 20-30 menit agar kadar gula darahnya dapat menurun.