Siti Tur’ah
Universitas Islam Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Eksplorasi Bahan Alam pada Kegiatan Kolase Abu Rizal; Novtavia Hoirotum Ummah; Lailatul Fitriyah; Siti Tur’ah; El Indahnia Kamariyah
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v6i1.20057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan kreativitas anak usia dini melalui eksplorasi bahan alam dalam kegiatan kolase di TK Muslimat NU 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B usia 4–6 tahun di TK Muslimat NU 1. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara teoritis, kreativitas anak usia dini ditunjukkan melalui kemampuan bereksplorasi, menghasilkan gagasan, mengombinasikan berbagai media, mengekspresikan imajinasi, serta menciptakan karya yang beragam dan orisinal. Temuan lapangan menunjukkan bahwa proses eksplorasi bahan alam dilakukan melalui tahapan mengenal bahan, mengamati karakteristik bahan, memilih bahan sesuai minat, mengombinasikan warna, bentuk, dan tekstur, serta menyusun bahan menjadi karya kolase dengan bimbingan guru. Kegiatan tersebut mendorong anak untuk lebih aktif, percaya diri, dan mampu menghasilkan karya sesuai ide dan imajinasinya. Kreativitas anak tampak pada kemampuan menggunakan bahan secara bervariasi, mengembangkan gagasan, menunjukkan inisiatif dalam berkarya, dan menampilkan hasil karya yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan alam, lingkungan sekolah, dan pendampingan guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan anak, dan kebutuhan pendampingan intensif pada beberapa peserta didik.
Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Eksplorasi Bahan Alam pada Kegiatan Kolase Abu Rizal; Novtavia Hoirotum Ummah; Lailatul Fitriyah; Siti Tur’ah; El Indahnia Kamariyah
BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v6i1.20057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan kreativitas anak usia dini melalui eksplorasi bahan alam dalam kegiatan kolase di TK Muslimat NU 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B usia 4–6 tahun di TK Muslimat NU 1. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara teoritis, kreativitas anak usia dini ditunjukkan melalui kemampuan bereksplorasi, menghasilkan gagasan, mengombinasikan berbagai media, mengekspresikan imajinasi, serta menciptakan karya yang beragam dan orisinal. Temuan lapangan menunjukkan bahwa proses eksplorasi bahan alam dilakukan melalui tahapan mengenal bahan, mengamati karakteristik bahan, memilih bahan sesuai minat, mengombinasikan warna, bentuk, dan tekstur, serta menyusun bahan menjadi karya kolase dengan bimbingan guru. Kegiatan tersebut mendorong anak untuk lebih aktif, percaya diri, dan mampu menghasilkan karya sesuai ide dan imajinasinya. Kreativitas anak tampak pada kemampuan menggunakan bahan secara bervariasi, mengembangkan gagasan, menunjukkan inisiatif dalam berkarya, dan menampilkan hasil karya yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan alam, lingkungan sekolah, dan pendampingan guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan anak, dan kebutuhan pendampingan intensif pada beberapa peserta didik.