Nirwana Dwiyanti
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesulitan Belajar Matematika Siswa Slow Learner Di Kelas Inklusi SMP: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) Nirwana Dwiyanti; I Nyoman Budayana; I Gusti Ngurah Pujawan; I Made Ardana; Gusti Ayu Mahayukti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.570

Abstract

Siswa dengan kategori lamban belajar (slow learner) di kelas inklusi SMP kerap menghadapi hambatan yang berlapis dalam mempelajari matematika, namun kajian menyeluruh yang memetakan hambatan tersebut secara terintegrasi masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bentuk-bentuk hambatan belajar matematika yang spesifik pada siswa slow learner di kelas inklusi SMP, faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta pola intervensi yang menunjukkan efektivitas nyata berdasarkan bukti empiris. Kajian dilaksanakan menggunakan Tinjauan Literatur Sistematis dengan panduan PRISMA, melibatkan penelusuran pada tiga basis data (Google Scholar, ERIC, dan Garuda Kemdikbud) dalam rentang 2015–2025. Dari 247 referensi yang ditemukan, delapan artikel memenuhi seluruh standar seleksi dan menjadi sumber analisis utama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hambatan terbesar bukan pada kemampuan berhitung, melainkan pada tahap memahami makna soal (68%) dan mengubah soal ke bentuk matematika (74%). Rasa percaya diri yang rendah memperparah hambatan kognitif tersebut, sementara rencana belajar individual (IEP) hampir tidak tersedia di sekolah inklusi Indonesia. Pendampingan bertahap, IEP yang disesuaikan, dan pendekatan yang memadukan dimensi pikiran dan perasaan terbukti paling efektif. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan guru inklusi yang komprehensif dan sistem penilaian yang lebih berpihak pada keberagaman kemampuan siswa.