Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Kediri direncanakan untuk meningkatkan konektivitas jaringan jalan dan mengurangi beban lalu lintas pada ruas jalan eksisting. Namun, keberadaan jalan baru berpotensi menimbulkan redistribusi arus lalu lintas yang dapat memengaruhi kinerja ruas jalan dan simpang di kawasan sekitarnya, termasuk kawasan GOR Jayabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan JLS terhadap redistribusi arus lalu lintas serta merumuskan strategi Local Area Traffic Management (LATM) guna mengantisipasi perubahan pola pergerakan kendaraan yang terjadi. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis kinerja jaringan jalan eksisting, penyusunan matriks asal tujuan, pemodelan transportasi menggunakan PTV Visum, kalibrasi dan validasi model, simulasi skenario do nothing dan do something, formulasi LATM, serta evaluasi kinerja jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan JLS menyebabkan redistribusi arus lalu lintas yang signifikan pada kawasan GOR Jayabaya. Beberapa ruas jalan yang terhubung langsung dengan trase JLS mengalami peningkatan volume lalu lintas hingga lebih dari 100%, sedangkan beberapa ruas lainnya mengalami penurunan volume lebih dari 90%. Dampak redistribusi tersebut juga memengaruhi kinerja simpang yang ditunjukkan oleh perubahan arus lalu lintas, derajat kejenuhan, tundaan, dan tingkat pelayanan. Penerapan strategi LATM terbukti mampu meningkatkan kinerja jaringan jalan melalui penurunan derajat kejenuhan pada sebagian besar simpang, pengurangan tundaan pada lima simpang, serta peningkatan tingkat pelayanan Simpang 4 Akses GOR Utara dari LOS F menjadi LOS D. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pembangunan infrastruktur jalan dengan strategi LATM diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan dan mendukung pengelolaan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.