Yosephina M. J. Batafoor
Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Daya Hambat Ektrak Daun Mangrove Rhyzophora mucronata Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Guido Anderlex Bili; Yosephina M. J. Batafoor; Maria Magdalena N. M Tukan
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.861

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan berkayu yang mampu hidup diantara daratan dan lautan, daerah pasang surut, kondisi tanah berlumpur, dan salinitas tinggi di daerah tropis dan subropis. Tumbuhan ini mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tannin, dan saponin yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hambat ekstrak daun mangrove terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Penelitian dilakasanakan dalam 4 tahap utama, yaitu tahap pengambilan sampel, preparasi sampel, ektraksi, dan uji daya hambat. Sampel daun mangrove diperoleh dari lokasi ekosistem mangrove di pesisir pantai Waitiu, Desa Persiapan Bantala 1. Sampel diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi, sedangkan uji daya hambat dilakukan dengan metode difusi cakram dengan menggunakan 4 variasi konsentrasi ekstrak daun mangrove, yaitu 2.5%, 5%, 7.5% dan 10%. Amoxilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun mangrove memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar cakram. Diameter daya hambat yang terbentuk dari konsentrasi ekstrak 2.5%, 5%, 7.5% dan 10% berturut turut sebesar 14.65 mm, 18.72 mm, 21.45 mm, 22.98 mm, 25.3 mm, dari hasil ini aktivitas antibakteri ekstrak daun mangrove tergolong dalam aktivitas kuat dan sangat kuat.
Analisis Kadar Kafein Pada Kopi Buah Mangrove (Rhizophora mucronata) Di Perairan Waibalun Kabupaten Flores Timur Hedrianus Ile Lodo; Yosephina M. J. Batafoor; Karolus Banda Larantukan
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.862

Abstract

Kopi analog merupakan minuman alternatif yang dikembangkan dari bahan baku non-biji kopi dan berpotensi menjadi produk pangan fungsional dengan kandungan kafein yang lebih rendah dibandingkan kopi konvensional. Buah mangrove Rhizophora mucronata memiliki potensi untuk diolah menjadi kopi analog karena mengandung berbagai senyawa bioaktif serta mampu menghasilkan aroma dan cita rasa menyerupai kopi setelah proses penyangraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kafein pada kopi buah mangrove Rhizophora mucronata yang berasal dari Perairan Waibalun, Kabupaten Flores Timur, dengan variasi waktu penyangraian yang berbeda. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium. Buah mangrove yang telah dikeringkan disangrai selama 35 menit, 45 menit, dan 55 menit, kemudian dihaluskan menjadi bubuk kopi. Analisis kadar kafein dilakukan menggunakan metode spektrofotometri setelah melalui proses ekstraksi cair-cair menggunakan diklorometana. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kafein kopi buah mangrove meningkat seiring bertambahnya waktu penyangraian. Sampel dengan waktu sangrai 35 menit memiliki kadar kafein sebesar 0,1552 ± 0,0135%, sampel dengan waktu sangrai 45 menit sebesar 0,2168 ± 0,0085%, dan sampel dengan waktu sangrai 55 menit sebesar 0,2641 ± 0,0035%.