Cindy Anatasya Arifin
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Bahasa dalam Pengembangan dan Pelestarian Budaya pada UMKM Batik Belva: Trilingualisme Fungsional di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan Cindy Anatasya Arifin; Najmi Fakhril Fajri; Kamalatul Asna; Bima Kurniawan
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5xmdpe15

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran bahasa dalam mendukung kegiatan usaha, pengembangan usaha, dan pelestarian budaya batik pada UMKM Batik Belva di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pola penggunaan bahasa dalam kegiatan usaha, menganalisis peran bahasa dalam pengembangan usaha, menjelaskan peran bahasa dalam pelestarian budaya batik, serta mendeskripsikan harapan pelaku usaha terhadap keberlangsungan bahasa Madura di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pola tesis-antitesis-sintesis serta divalidasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Batik Belva menerapkan pola penggunaan bahasa yang bersifat trilingual: bahasa Madura digunakan dalam interaksi antar pengrajin sebagai penguat identitas budaya, bahasa Indonesia digunakan dalam pelayanan konsumen secara umum, dan bahasa Inggris digunakan ketika melayani wisatawan mancanegara. Pola ini disebut trilingualisme fungsional karena masing-masing bahasa memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi dalam mendukung kelancaran komunikasi usaha sekaligus pelestarian budaya. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara harapan pelestarian bahasa Madura dan kecenderungan generasi muda yang lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya pembiasaan penggunaan bahasa Madura secara berkelanjutan di lingkungan usaha serta dukungan dokumentasi budaya, seperti rencana pendirian museum mini batik, untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus daya saing UMKM berbasis budaya lokal.