Kekerasan terhadap anak masih menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama pada lingkungan pendidikan anak usia dini. Praktik kekerasan, baik dalam bentuk fisik, verbal, emosional, maupun penelantaran, dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, termasuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan moral. Upaya pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan hanya oleh sekolah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif guru, orang tua, serta anak sebagai subjek utama pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru, orang tua, dan anak dalam membangun budaya anti kekerasan di lingkungan PAUD melalui kegiatan edukasi, pendampingan, parenting, dan pembelajaran partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahap identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, praktik pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas guru, orang tua, dan peserta didik pada salah satu lembaga PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak anak, disiplin positif, komunikasi yang menghargai anak, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Guru mulai menerapkan strategi pembelajaran tanpa kekerasan, sementara orang tua menunjukkan perubahan dalam pola komunikasi dan pengasuhan di rumah. Pendampingan yang melibatkan seluruh warga sekolah terbukti mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya anti kekerasan yang berkelanjutan di lingkungan PAUD.