Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi oleh Bidan Sebagai Amanat Konstitusi Sri Wahyu Aritonang; Adry Syah Putra; Bunga Indah Situmeang
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1099

Abstract

Pemenuhan hak kesehatan reproduksi merupakan bagian fundamental dari hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya Pasal 28H ayat (1), yang menegaskan hak setiap orang untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Dalam konteks tersebut, bidan memiliki peran yang strategis dan esensial sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dalam menjamin akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang aman, bermutu, dan berkeadilan, terutama bagi perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual untuk menganalisis sejauh mana kontribusi bidan dalam mewujudkan amanat konstitusi terkait pemenuhan hak kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun bidan secara hukum dan profesional berkewajiban memberikan pelayanan kesehatan reproduksi secara komprehensif, meliputi pelayanan antenatal, persalinan, pascapersalinan, dan keluarga berencana, masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan, ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Oleh karena itu, penguatan kerangka regulasi, peningkatan kapasitas dan pemerataan distribusi bidan, serta penguatan edukasi kepada masyarakat merupakan langkah yang diperlukan untuk menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi secara efektif dan berkeadilan di Indonesia.
Pendampingan Anak, Guru, dan Orangtua Dalam Membangun Budaya Anti Kekerasan di Lingkungan PAUD Ruspiana Hutagaol; Fourmey Rindu Marito; Raden Syahid Carmelia Ulina Samosir; Adry Syah Putra; Indah Chairani Saragih
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1104

Abstract

Kekerasan terhadap anak masih menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama pada lingkungan pendidikan anak usia dini. Praktik kekerasan, baik dalam bentuk fisik, verbal, emosional, maupun penelantaran, dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, termasuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan moral. Upaya pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan hanya oleh sekolah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif guru, orang tua, serta anak sebagai subjek utama pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru, orang tua, dan anak dalam membangun budaya anti kekerasan di lingkungan PAUD melalui kegiatan edukasi, pendampingan, parenting, dan pembelajaran partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahap identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, praktik pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas guru, orang tua, dan peserta didik pada salah satu lembaga PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak anak, disiplin positif, komunikasi yang menghargai anak, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Guru mulai menerapkan strategi pembelajaran tanpa kekerasan, sementara orang tua menunjukkan perubahan dalam pola komunikasi dan pengasuhan di rumah. Pendampingan yang melibatkan seluruh warga sekolah terbukti mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya anti kekerasan yang berkelanjutan di lingkungan PAUD.