Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Anak, Guru, dan Orangtua Dalam Membangun Budaya Anti Kekerasan di Lingkungan PAUD Ruspiana Hutagaol; Fourmey Rindu Marito; Raden Syahid Carmelia Ulina Samosir; Adry Syah Putra; Indah Chairani Saragih
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1104

Abstract

Kekerasan terhadap anak masih menjadi salah satu persoalan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama pada lingkungan pendidikan anak usia dini. Praktik kekerasan, baik dalam bentuk fisik, verbal, emosional, maupun penelantaran, dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak, termasuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan moral. Upaya pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan hanya oleh sekolah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif guru, orang tua, serta anak sebagai subjek utama pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru, orang tua, dan anak dalam membangun budaya anti kekerasan di lingkungan PAUD melalui kegiatan edukasi, pendampingan, parenting, dan pembelajaran partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahap identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, praktik pembelajaran, pendampingan, serta evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas guru, orang tua, dan peserta didik pada salah satu lembaga PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak anak, disiplin positif, komunikasi yang menghargai anak, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Guru mulai menerapkan strategi pembelajaran tanpa kekerasan, sementara orang tua menunjukkan perubahan dalam pola komunikasi dan pengasuhan di rumah. Pendampingan yang melibatkan seluruh warga sekolah terbukti mampu memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya anti kekerasan yang berkelanjutan di lingkungan PAUD.
Peran Guru Paud dan PGSD Dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Hukum Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPS Ruspiana Hutagaol; Indah Chairani Saragih; Tulus Januardi Tua Panjaitan; Rinto Wardana
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Nilai-nilai hukum, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan kepatuhan terhadap aturan, diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui kegiatan bercerita, diskusi, menulis, serta pengalaman sosial yang kontekstual. Guru berperan sebagai teladan, fasilitator, dan pembimbing moral dengan menerapkan berbagai strategi, seperti pembiasaan, keteladanan, dan penguatan karakter untuk mendukung proses internalisasi nilai. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai hukum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPS berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran hukum sejak dini, perilaku positif, serta sikap menghormati norma-norma sosial. Dengan demikian, pembelajaran yang berorientasi pada pendidikan karakter diharapkan mampu membentuk peserta didik yang bertanggung jawab, berintegritas, dan taat hukum.