Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Paud dan PGSD Dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Hukum Melalui Pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPS Ruspiana Hutagaol; Indah Chairani Saragih; Tulus Januardi Tua Panjaitan; Rinto Wardana
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam menginternalisasikan nilai-nilai hukum melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Nilai-nilai hukum, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan kepatuhan terhadap aturan, diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui kegiatan bercerita, diskusi, menulis, serta pengalaman sosial yang kontekstual. Guru berperan sebagai teladan, fasilitator, dan pembimbing moral dengan menerapkan berbagai strategi, seperti pembiasaan, keteladanan, dan penguatan karakter untuk mendukung proses internalisasi nilai. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai hukum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan IPS berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran hukum sejak dini, perilaku positif, serta sikap menghormati norma-norma sosial. Dengan demikian, pembelajaran yang berorientasi pada pendidikan karakter diharapkan mampu membentuk peserta didik yang bertanggung jawab, berintegritas, dan taat hukum.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI BIDAN DAN PASIEN PADA KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI DI PROGRAM STUDI KEBIDANAN UNIVERSITAS AUDI INDONESIA Faija Sihombing; Roikestina Silaban; Tulus Januardi Tua Panjaitan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6626

Abstract

Abstract: Communication is an essential component of healthcare services as it serves as the primary medium for delivering information, education, and support to patients. In midwifery practice, polite communication plays an important role in establishing therapeutic relationships between midwives and patients, particularly in reproductive health counseling that often addresses sensitive and personal issues. This study aimed to describe the language politeness strategies used in communication between midwives and patients during reproductive health counseling at the Midwifery Study Program of Universitas Audi Indonesia. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observations, interviews, documentation, and recorded conversations between midwives and patients during counseling sessions. Data analysis was conducted using the model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña (2020), which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that positive politeness, negative politeness, direct strategies, and indirect strategies were employed in midwife-patient communication. Positive politeness emerged as the most dominant strategy because it fostered comfort, encouraged patient openness, and strengthened therapeutic relationships. The study concludes that the implementation of language politeness strategies contributes significantly to the effectiveness of reproductive health counseling and the improvement of midwifery service quality. Keywords: language politeness, midwifery communication, patient, reproductive health, counseling Abstrak: Komunikasi merupakan unsur penting dalam pelayanan kesehatan karena menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi, edukasi, dan pemberian dukungan kepada pasien. Dalam praktik kebidanan, komunikasi yang santun berperan dalam membangun hubungan terapeutik antara bidan dan pasien, terutama pada konseling kesehatan reproduksi yang membahas isu-isu sensitif dan bersifat pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan dalam komunikasi bidan dan pasien pada konseling kesehatan reproduksi di Program Studi Kebidanan Universitas Audi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman percakapan antara bidan dan pasien selama proses konseling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2020) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kesantunan positif, kesantunan negatif, strategi langsung, dan strategi tidak langsung digunakan dalam komunikasi bidan dan pasien. Strategi kesantunan positif menjadi strategi yang paling dominan karena mampu menciptakan rasa nyaman, meningkatkan keterbukaan pasien, serta memperkuat hubungan terapeutik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi kesantunan berbahasa berkontribusi terhadap efektivitas konseling kesehatan reproduksi dan peningkatan kualitas pelayanan kebidanan. Kata Kunci: kesantunan berbahasa, komunikasi kebidanan, pasien, kesehatan reproduksi, konseling
PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN DALAM KOMUNIKASI KEBIDANAN LINTAS BAHASA: STUDI PADA PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL Tulus Januardi Tua Panjaitan; Faija Sihombing; Roikestina Silaban
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6631

Abstract

Abstract: Communication is an essential component of maternal healthcare services because it serves as the primary medium for delivering health information, supporting clinical decision-making, and building therapeutic relationships between midwives and patients. In multicultural societies, cross-language communication often presents challenges in midwifery services. Language barriers may lead to misunderstandings of medical information, unclear informed consent, reduced quality of care, and potential legal disputes between patients and healthcare providers. This study aims to analyze legal protection for patients in cross-language midwifery communication within maternal healthcare services. The research employs a normative legal approach using statutory and conceptual methods. Data were collected through literature studies of laws, regulations, books, scientific journals, and legal documents related to patient protection and midwifery services. The findings indicate that legal protection is based on patients' rights to receive accurate, clear, and understandable information as stipulated in Indonesian Health Law Number 17 of 2023. Midwives have legal and ethical responsibilities to ensure patients understand health information through appropriate language use, interpreter assistance, visual communication tools, and effective therapeutic communication. Strengthening intercultural communication competencies and establishing multilingual communication standards are essential to improving maternal healthcare quality and ensuring patient legal protection. Keywords: legal protection, patient, midwifery communication, cross-language communication, maternal health Abstrak: Komunikasi merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan maternal karena menjadi sarana utama dalam penyampaian informasi kesehatan, pengambilan keputusan klinis, dan pembentukan hubungan terapeutik antara bidan dan pasien. Dalam masyarakat yang memiliki keberagaman bahasa dan budaya, komunikasi lintas bahasa sering menjadi tantangan dalam pelayanan kebidanan. Hambatan bahasa dapat menyebabkan kesalahpahaman informasi medis, ketidakjelasan persetujuan tindakan medis, penurunan kualitas pelayanan, serta berpotensi menimbulkan sengketa hukum antara pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum pasien dalam komunikasi kebidanan lintas bahasa pada pelayanan kesehatan maternal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen hukum yang berkaitan dengan perlindungan pasien serta pelayanan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum pasien dalam komunikasi lintas bahasa didasarkan pada hak pasien untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan mudah dipahami sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Bidan memiliki kewajiban hukum dan etika untuk memastikan informasi kesehatan dapat dipahami oleh pasien melalui penggunaan bahasa yang sesuai, bantuan penerjemah, media komunikasi visual, serta teknik komunikasi terapeutik yang efektif. Penguatan kompetensi komunikasi lintas budaya dan penyediaan standar pelayanan komunikasi multibahasa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal serta menjamin perlindungan hukum pasien. Kata Kunci: perlindungan hukum, pasien, komunikasi kebidanan, lintas bahasa, kesehatan maternal