Studi ini diorientasikan guna menguji secara empiris kontribusi dari volume perdagangan, volatilitas harga saham, dan pertumbuhan aset terhadap return saham pada entitas subsektor perbankan yang mencatatkan sahamnya (listing) di otoritas Bursa Efek Indonesia kurun waktu 2022 hingga 2025. Eksplorasi teoretis dalam kajian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi nilai pengembalian investasi yang sangat dinamis, seiring dengan gejolak pasar makro, sentimen pasar global, serta eskalasi partisipasi pemodal domestik. Universe populasi memayungi 48 korporasi perbankan aktif. Melalui penerapan teknik purposive sampling dengan instrumen kepatuhan kriteria laporan keuangan yang rigid, terpilih 29 emiten yang merangkum total 96 titik observasi longitudinal. Selanjutnya, Estimasi parameter dianalisis menggunakan pemodelan regresi linier berganda (multiple linear regression) berbantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 29. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa baik volume transaksi maupun volatilitas harga instrumen ekuitas tidak memiliki relevansi signifikan dalam memproyeksikan pergerakan return saham. Sebaliknya, laju ekspansi skala perusahaan terbukti memberikan stimulus positif serta bermakna secara statistik terhadap pembentukan return saham. Kendati demikian, pengujian secara simultan menunjukkan konfigurasi seluruh variabel prediktor mampu memengaruhi pergerakan return secara nyata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman empiris terkait faktor-faktor penentu return saham pada sektor perbankan serta menjadi pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Keterbatasan penelitian yaitu penulis tidak dapat mengontrol faktor-faktor eksternal di luar model penelitian dan peristiwa global yang juga dapat memengaruhi return saham. Selain itu. penulis terbatas pada data sekunder yang tersedia di perusahaan yang menjadi sampel penelitian. Serta perolehan koefisien Adjusted R-Square yang tergolong masih sangat rendah.