Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penerapan Microfinance Islam Dan Pengembangan Sumber Daya Insani Di Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Muhammadiyah Surya Kencana Balong Pada Pelaku UMKM di Kecamatan Balong Ponorogo Adib Khusnul Rois; Anip Dwi Saputro; Nichita Arzeti Mahardika
An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah Vol. 7 No. 2 (2026): An-Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/nisbah.v7i2.4783

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya lembaga keuangan mikro syariah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya kelompok usaha yang belum sepenuhnya terjangkau oleh lembaga keuangan formal. Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Muhammadiyah Surya Kencana Balong Ponorogo menjadi salah satu lembaga keuangan mikro syariah yang berperan dalam menyediakan pembiayaan berbasis prinsip Islam, terutama melalui produk mudharabah yang diminati pelaku UMKM di Kecamatan Balong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan microfinance Islam, mengidentifikasi dampaknya terhadap pelaku UMKM, serta mengkaji strategi peningkatan kualitas sumber daya insani di BMT Muhammadiyah Surya Kencana Balong Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola BMT, sumber daya insani lembaga, serta pelaku UMKM penerima pembiayaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan microfinance Islam dilakukan melalui pembiayaan berbasis akad mudharabah, layanan keuangan syariah, pendekatan personal, pendampingan usaha, serta edukasi literasi keuangan syariah. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan modal, omzet, skala usaha, manajemen usaha, keberlanjutan usaha, literasi keuangan syariah, kemandirian ekonomi, dan jaringan usaha pelaku UMKM. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya insani melalui pelatihan, evaluasi kinerja, komunikasi efektif, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan karier turut memperkuat profesionalisme layanan BMT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan microfinance Islam tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pembiayaan, tetapi juga oleh kualitas pendampingan, tata kelola kelembagaan, dan kapasitas sumber daya insani. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa BMT perlu mengembangkan model pemberdayaan UMKM yang mengintegrasikan pembiayaan syariah, pendampingan usaha, literasi keuangan, dan penguatan sumber daya insani secara berkelanjutan.
Pendampingan Pembuatan Pupuk Bokashi dari Kotoran Sapi untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Masaran Diva Rahmadhani; Pratisya Dwi Hapsari; Nichita Arzeti Mahardika
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1189

Abstract

Kotoran sapi di Desa Masaran belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian masyarakat masih memiliki keterbatasan pengetahuan serta keterampilan dalam mengolahnya menjadi pupuk organik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendampingan yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Masaran dalam memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk bokashi sebagai alternatif pengelolaan limbah peternakan dan pendukung kegiatan pertanian. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas peternak dan masyarakat yang berkegiatan di bidang pertanian. Pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik pembuatan bokashi, pendampingan fermentasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pretest, posttest, penilaian keterampilan, dan angket respons peserta. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 56,8 pada pretest menjadi 84,4 pada posttest, sedangkan peserta yang memperoleh nilai minimal 75 meningkat dari 32% menjadi 92%. Rata-rata 84,8% peserta mampu melakukan pembuatan bokashi dengan kategori baik. Fermentasi selama 14 hari menghasilkan bokashi berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, beraroma tidak menyengat, dan bersuhu relatif stabil. Respons peserta mencapai 90,4%, dan 84% peserta telah memanfaatkan bokashi untuk tanaman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah kotoran sapi secara produktif dan berkelanjutan.