Kajian uslub jinās sebagai bagian dari al-muḥassināt al-lafẓiyyah dalam ilmu balāgah telah berkembang sejak masa ulama klasik hingga kajian linguistik kontemporer. Namun, penelitian terdahulu umumnya berfokus pada definisi, jenis, atau penerapan jinās pada teks tertentu sehingga belum memberikan sintesis mengenai perkembangan paradigma kajiannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan konsep, klasifikasi, fungsi retoris, dan transformasi paradigma uslub jinās dalam perspektif ulama klasik dan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh dari kitab-kitab balāgah dan didukung oleh buku dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan qualitative content analysis melalui reduksi, kategorisasi, analisis komparatif, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep dan klasifikasi uslub jinās, termasuk pembagian jinās tām dan jinās ghairu tām beserta subjenisnya, tetap dipertahankan dalam kajian kontemporer. Perkembangan terjadi pada perluasan fungsi jinās dari unsur estetika bahasa menjadi strategi retorika yang memperkuat makna, kohesi teks, daya persuasi, dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini menemukan bahwa perkembangan kajian uslub jinās berlangsung melalui transformasi paradigma dari pendekatan normatif menuju pendekatan fungsional yang mengintegrasikan perspektif stilistika, semantik, pragmatik, analisis wacana, dan linguistik kognitif. Temuan ini menegaskan bahwa kesinambungan antara pemikiran klasik dan kontemporer terletak pada keberlangsungan fondasi konseptual, sedangkan inovasinya berada pada perluasan perspektif analisis dan penerapannya.