Syahriah Semaun
Institut Agama Islam Negeri Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Larangan Gharar dan Maysir dalam Keuangan Digital Perspektif Ekonomi Syariah Indonesia Nurul Mutmainnah; Syahriah Semaun
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.8880

Abstract

Abstract. The development of financial technology in Indonesia has facilitated transactions, but at the same time, it has opened the door to elements of transactions that are prohibited in Islam, such as gharar (uncertainty) and maysir (gambling). This study aims to analyze the forms of transformation of these prohibited transactions in modern digital financial platforms and their implications for sharia compliance. The method used is library research with a qualitative-normative approach, examining literature, DSN-MUI fatwas, and the latest OJK regulations. The results of the study show that transactions such as binary options, paylater features without clear contracts, and mystery box mechanisms in marketplaces contain high elements of speculation that are similar to gambling and involve uncertainty regarding contract objects. In conclusion, literacy regarding contemporary fiqh muamalah is urgently needed to be improved so that the public can avoid harmful and unblessed economic practices. Abstrak. Perkembangan teknologi finansial di Indonesia telah membawa kemudahan transaksi, namun sekaligus membuka celah masuknya elemen-elemen transaksi yang dilarang dalam Islam, seperti gharar (ketidakjelasan) dan maysir (perjudian). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk transformasi transaksi terlarang tersebut dalam platform keuangan digital modern dan implikasinya terhadap kepatuhan syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-normatif, mengkaji literatur, fatwa DSN-MUI, dan regulasi OJK terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi seperti binary option, fitur paylater tanpa akad yang jelas, dan mekanisme mystery box dalam marketplace mengandung unsur spekulasi tinggi yang mendekati perjudian dan ketidakpastian objek akad. Kesimpulannya, literasi mengenai fiqih muamalah kontemporer sangat mendesak untuk ditingkatkan agar masyarakat terhindar dari praktik ekonomi yang merugikan dan tidak berkah.