Titin Nur Hidayati
Universitas Al-Falah Assuniyah Kencong Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE QUR’ANI SIDOGIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SECARA CEPAT DAN TARTIL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM JATIMULYO Ahmad Ali Wafi; Arini Hidayati; Titin Nur Hidayati
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2474

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar, cepat, dan tartil merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap santri. Namun, perbedaan latar belakang pendidikan dan kemampuan awal membaca Al-Qur'an menyebabkan tingkat penguasaan santri baru di pesantren sangat beragam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Metode Qur'ani Sidogiri (MQS), menganalisis persebaran capaian jilid santri, serta mengkaji efektivitas metode tersebut dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jatimulyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif sederhana melalui penyajian data persentase terhadap 78 santri aktif program MQS. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MQS diterapkan melalui pembelajaran klasikal baca-simak, penggunaan ketukan sebagai pengontrol panjang-pendek bacaan, serta sistem evaluasi berjenjang dengan standar kelulusan yang ketat. Distribusi santri menunjukkan bahwa hanya 28,2% berada pada tingkat dasar (Jilid 1–2), sedangkan sebagian besar telah mencapai tingkat menengah hingga akhir, dengan 14,1% telah berada pada Kelas Ghorib. Temuan ini mengindikasikan bahwa MQS efektif mempercepat penguasaan dasar membaca Al-Qur'an, meningkatkan ketepatan penerapan tajwid, dan membentuk kemampuan membaca secara tartil. Efektivitas metode didukung oleh kompetensi ustadz bersertifikat, fasilitas pembelajaran yang memadai, dan lingkungan pesantren yang kondusif, meskipun masih terdapat kendala berupa kelelahan santri dan perbedaan kemampuan individu dalam menerima materi.