Kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi diindonesia, terutama pada anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap pangan tidak aman dan memiliki perilaku hygiene yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas II SDN 2 Tilongkabila mengenai hygiene diri dan kebiasaan jajan aman sebagai Upaya pencegahan KLB keracunan pangan melalui program edukasi berbasis fun learning “Foodtective Academy”. Metode kegiatan menggunakan desain pretest dan posttest dengan jumlah 14 siswa kelas II SD. Intervensi dilakukan pada enam sesi edukatif yaitu edukasi interaktif, demonstrasi cuci tangan enam Langkah WHO, mini game sortir jajanan, dan roleplay. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri 10 soal pilihan ganda. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa secara signifikan dari pretest (5,00) menjadi posttest (9,43), dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pengetahuan yang diukur, dengan peningkatan tertinggi pada indikator higienitas diri dan kebiasaan mencuci tangan (51,7%), diikuti oleh pelaporan kejadian keracunan pangan (42,9%), dan keamanan jajanan (37,5%). Program Foodtective Academy terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa terkait hygiene diri, pemilihan jajanan aman, pengenalan gejala keracunan pangan, dan langkah pelaporan yang tepat. Pendekatan edukasi berbasis permainan, media visual, dan aktivitas interaktif mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman siswa secara optimal.