Urgensi penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pembelajaran GASING terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi penjumlahan bilangan cacah guna meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar karena keterbatasan metode pembelajaran yang membuat siswa tidak terlibat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman terhadap pemecahan masalah antara kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran secara konvensional dengan kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran GASING. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain NonEquivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah sebanyak 50 siswa dengan menentukan sampel sebanyak 24 siswa dari kelas kontrol dan 26 siswa dari kelas eksperimen. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pemberian pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil rata-rata pre-test kelas kontrol sebesar 57,13 dan rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 60,58. Sedangkan hasil rata-rata post-test kelas kontrol sebesar 67,92 dan rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 76,77. Kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji Independent Sample T-test untuk melihat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara dua kelompok. Berdasarkan hasil analisis data pada uji normalitas yang menggunakan metode Shapiro-Wilk, semua data hasil tes berdistribusi normal karena nilai sig. > 0,05, uji homogenitas sebesar 0,924 yang nilai sig. > 0,05 dan uji hipotesis sebesar 0,043 < 0,05 maka Hâ‚€ ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode GASING menunjukkan adanya pengaruh perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi penjumlahan bilangan cacah di sekolah dasar.