Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Berugak Belajar: Upaya Peningkatan Literasi dan Pengembangan Kreativitas Anak di Desa Pringgabaya Ema Prawita; Hulyatul Aulia Elmazkuri; Siti Fitriah; Nurbayani Saraswati; Lutfan Khalif Nujmi; Zahratul Fikni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1549

Abstract

Program Berugak Belajar merupakan bentuk pendidikan nonformal yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai upaya meningkatkan literasi dan mengembangkan kreativitas anak di Desa Pringgabaya. Program ini memanfaatkan berugak sebagai ruang belajar yang nyaman, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada Mei–Juni 2026, dengan sasaran anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing dan learning through play yang diterapkan melalui tiga program utama, yaitu Pojok Baca, English Fun Class, dan Sanggar Tari. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap tingkat partisipasi peserta, perkembangan minat baca, penguasaan kosakata bahasa Inggris, serta kreativitas dan kepercayaan diri anak selama mengikuti kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan minat literasi anak melalui kegiatan membaca bersama dan diskusi sederhana, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui permainan edukatif dan praktik komunikasi, serta mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri melalui kegiatan seni tari. Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini juga memperkuat keterlibatan masyarakat dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Dengan demikian, Berugak Belajar menjadi salah satu model pendidikan nonformal berbasis masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mengembangkan kreativitas, serta mendukung pelestarian budaya lokal di Desa Pringgabaya.
Pengembangan Sarana Informasi Wisata Sebagai Pendukung Daya Tarik Pantai Tanjung Menangis di Dusun Ketapang Desa Pringgabaya Yulia Hesti Ziana; Siti Andriana; M Ira Santana; M Zulfikri; Sinaldi Pratama; Zahratul Fikni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1570

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan sarana informasi wisata melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sebagai pendukung daya tarik Pantai Tanjung Menangis di Dusun Ketapang, Desa Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum tersedianya media informasi yang mampu memberikan penjelasan mengenai potensi wisata, fasilitas, dan informasi penting lainnya kepada wisatawan sehingga potensi destinasi belum dikenal secara optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan pengelola kawasan wisata, survei lokasi, perancangan desain, pembuatan, dan pemasangan papan informasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi, pemerintah desa, dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa papan informasi berhasil dipasang pada lokasi strategis di pintu masuk kawasan wisata sehingga memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai daya tarik wisata, fasilitas, petunjuk arah, dan tata tertib kawasan. Keberadaan papan informasi juga memberikan manfaat bagi pemerintah desa dalam meningkatkan citra destinasi serta mendukung promosi wisata, sementara bagi pengelola kawasan membantu meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengelolaan destinasi. Dengan demikian, pengembangan sarana informasi wisata melalui pemasangan papan informasi menjadi salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat promosi destinasi, dan mendukung pengembangan pariwisata Pantai Tanjung Menangis secara berkelanjutan.
Dokumenter Ritual Adat Tetulak Desa, upaya Melestarikan dan Menjaga Adat dan Budaya di Desa Pringgabaya Fatanul Ikhsan; Ema Adha Riani; Diah Rani Ramadan; Ahmad Efendi; Zahratul Fikni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1571

Abstract

Digitalisasi budaya menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi. Ritual Adat Tetulak Desa di Desa Pringgabaya merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Sasak yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya, namun masih menghadapi keterbatasan dalam aspek dokumentasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendokumentasikan Ritual Adat Tetulak Desa dalam bentuk film dokumenter sebagai media pelestarian budaya, edukasi, serta promosi budaya berbasis digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat melalui tahapan persiapan, pengumpulan data, produksi, dan pascaproduksi film dokumenter. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi audiovisual, dan studi literatur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa film dokumenter berhasil mendokumentasikan secara komprehensif seluruh rangkaian ritual beserta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Produk digital yang dihasilkan menjadi arsip budaya desa, media edukasi bagi generasi muda, serta sarana promosi budaya melalui berbagai platform digital. Program ini juga meningkatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam upaya pelestarian budaya berbasis teknologi. Dengan demikian, digitalisasi melalui film dokumenter terbukti menjadi media yang efektif dalam menjaga keberlangsungan Ritual Adat Tetulak Desa sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan era digital.