Kurikulum reguler Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini masih didominasi oleh muatan General English, sehingga menciptakan kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan spesifik industri logistik kebandarudaraan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pelatihan bahasa Inggris teknis (English for Specific Purposes/ESP) dengan memfokuskan pada pemahaman materi Airport Boarding Process bagi 56 siswa jurusan Teknik Logistik di SMKN 6 Kota Tangerang. Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan terstruktur yang meliputi tahap persiapan (analisis kebutuhan mitra dan perancangan materi otentik), tahap pelaksanaan (penerapan pelatihan partisipatif berbasis simulasi peran/role-play), serta tahap evaluasi akhir (refleksi dampak kognitif dan afektif). Evaluasi program dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memetakan respon serta kendala belajar siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa simulasi peran secara kronologis sukses memberikan gambaran nyata mengenai penggunaan bahasa Inggris di dunia kerja operasional penerbangan serta membantu meningkatkan kecakapan menyimak (listening) dan pelafalan (pronunciation) istilah teknis siswa. Pada ranah afektif, interaksi kelompok sebaya (peer learning) terbukti adaptif dalam mereduksi kecemasan berbahasa asing (foreign language anxiety) serta mendongkrak keberanian dan rasa percaya diri siswa untuk berbicara di depan publik. Namun, hasil evaluasi juga menangkap adanya hambatan internal berupa kesulitan asimilasi kosakata regulatif yang kaku serta kendala merespons kecepatan aksen akibat keterbatasan waktu pelatihan intensif jangka pendek. Sebagai langkah tindak lanjut, program ini merekomendasikan integrasi materi prosedur keberangkatan bandara ke dalam kurikulum muatan lokal secara periodik dan penyusunan kamus saku dwibasa logistik penerbangan demi membangun kemahiran bahasa Inggris teknis siswa secara berkelanjutan.