Aisyah Asri Nurrahma
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi SDM UMKM Pesisir Melalui Ekonomi Biru dan Ekowisata Mangrove di Desa Tambaan Kota Pasuruan Muhammad Tahajjudi Ghifary; Eva Mufidah; Gandi Aswaja Yogatama; Prasetyo Alif Soeprawiro; Ardyan Wicaksana; Aisyah Asri Nurrahma; Dyajeng Puteri Woro Subagio
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol. 9 No. 1 (2026): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v9i1.219

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir menjadi strategi penting dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Desa Tambaan Kota Pasuruan memiliki potensi ekonomi biru yang cukup besar melalui pemanfaatan sumber daya pesisir dan pengembangan ekowisata mangrove. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan kapasitas SDM, rendahnya inovasi produk, serta lemahnya pengelolaan usaha dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM UMKM melalui pemaparan konsep ekonomi biru, pendampingan inovasi produk berbasis sumber daya lokal, serta penguatan manajemen usaha dan keuangan dengan melibatkan Karang Taruna sebagai aktor strategis di tingkat desa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahap persiapan, pemaparan materi, diskusi partisipatif, dan pendampingan praktik secara langsung kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi biru, berkembangnya inovasi produk berbasis hasil laut dan mangrove, serta meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dan pemasaran usaha. Selain itu, terbentuk kolaborasi yang lebih kuat antara Karang Taruna, UMKM, dan pemerintah desa dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di wilayah pesisir.
Santripreneurship: Model Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren di Era Digital Wirdatul Khomro Septian Candra; Eka Putri Wulandari; Aisyah Asri Nurrahma
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i1.699

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) hold substantial potential in advancing Islamic value-based economic development; however, many students (santri) remain unfamiliar with entrepreneurship concepts and practices that could strengthen their financial independence. This study aims to cultivate students' entrepreneurial spirit through a community service program titled Santripreneurship: Training Students to Be Independent, conducted at Hamalatul Quran Al-Karimah Islamic Boarding School, Pare, Kediri, East Java. The implementation method included observation, preparation, socialization, and Focus Group Discussions (FGDs), with the Business Model Canvas (BMC) applied as a structured tool for business idea development. Using a participatory approach, students were guided to identify business opportunities within the pesantren environment, define target market segments, and draft simple business strategies grounded in Islamic principles. Results showed an increase in students' entrepreneurial knowledge, improved capacity to construct basic business models, and the emergence of concrete business ideas — including healthy juice production and bicycle rental services around the English Village (Kampung Inggris) area. The program also built students' awareness that entrepreneurship carries both spiritual and social dimensions. The Santripreneurship training proved effective in fostering student independence and reinforcing the pesantren's role as a center for Islamic-based economic empowerment.